"Korban diberondong dengan AK 47 dari jarak dekat," kata Kabid Humas Polda NAD Kombes Gustav Leo kepada detikcom, Senin (2/12/2012).
Hal itu diketahui dari penemuan barang bukti berupa 20 selongsong peluru jenis AK-47 oleh tim penyidik Polres Aceh Utara di tempat kejadian perkara (TKP).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Gustav, polisi masih menyelidiki motif penembakan ini. Sudah ada 4 saksi yang diperiksa. Dari keterangan saksi diketahui, ada keterkaitan pelaku dengan serangkaian aksi-aksi penembakan sebelumnya yang terjadi di Aceh.
"Tujuannya mungkin memang ingin mengganggu Kamtibmas. Apalagi Aceh sedang melaksanakan Pemilukada," kata Gustav.
Untuk itu, kata Gustav, polisi mengimbau masyarakat bisa ikut berperan aktif untuk menekan aksi-aksi tak bertanggungjawab seperti ini.
"Informasi sekecil apapun akan sangat membantu polisi untuk mengungkap kasus ini," katanya.
Sebelumnya Minggu (1/1/) sekitar pukul 21.30 WIB, terjadi penembakan di Desa Sereuke, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Penembakan ini menewaskan Suryadi (39) dan melukai seorang warga bernama Edy (32).
Sehari sebelumnya, peristiwa serupa juga terjadi di Bireuen yang menewaskan tiga pekerja galian kabel Telkom dan di Banda Aceh menewaskan seorang penjaga toko boneka bernama Wagino.
(gus/gus)










































