Menurut rilis Infokom PDIP mengutip Buruh Migrant Indonesia (BMI), Senin (2/1/2012), Jamilah awalnya dilarikan ke salah satu rumah sakit milik Indonesia di kota Makkah. Namun karena keterbatasan fasilitas, Jamilah pun dirujuk ke RS King Faisal.
"Alhamdulillah atas dasar kemanusiaan, pihak RS King Faisal menerima untuk merawatnya walaupun ketika ditemukan, Jamilah tidak memiliki dokumen," ujar sukarelawan BMI, Braja Musti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamilah mengaku dibuang oleh majikannya yang berasal dari daerah yang berjarak 400 km di antara Kota Ta'if dan Bisha. Menurut pengakuannya, majikan pria Jamilah bekerja sebagai sopir taksi dan majikan perempuannya bekerja di kantor imigrasi setempat.
Masalah Jamilah muncul ketika majikan perempuannya masuk penjara sementara di saat yang sama anak laki-laki majikannya baru keluar dari penjara.
"Sayangnya Jamilah belum menjelaskan tindak kekerasan apa yang telah dialaminya. Ia hanya menuturkan sudah dibuang majikannya," ujarnya.
Menurut Braja, hal tersebut sudah ia sampaikan kepada KJRI Jeddah. Namun menurut petugas RS King Faisal, belum ada satu pihak dari KJRI Jeddah yang mengunjungi Jamilah.
"Saya berharap pihak KJRI Jeddah segera bertindak cepat dan mengurus Jamilah Binti Emang," tutur Braja.
Jamilah merupakan TKW asal Kampung Cibuntu, Desa Sukamaji, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Jamilah berangkat ke Arab Saudi pada tanggal 12 Februari 2006 dengan nomor paspor AB 022128. Ia berangkat menggunakan jasa PT Al Hijaz Indo Jaya dengan sponsor daerah bernama Sopanda dan Sula.
"Saya telah mengadukan hal ini kepada Komisi I dan III DPR RI. Rekan saya yang juga rekawan BMI, Mulya Andryanto, juga akan menemui anggota Komisi IX dari PDIP, Rieke Diah Pitaloka dan akan mendatangi BNP2TKI," kata Braja.
Di lain pihak, Ketua Posko Perjuangan TKI (POSPERTKI) Arab Saudi, Zainal Arifin, menyampaikan bahwa pimpinan Korwil Arab Saudi PDIP telah melakukan komunikasi dengan Rieke Diah Pitaloka. Menurutnya, Rieke berjanji akan melakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk membantu Jamilah.
(feb/nrl)










































