Kapolsek Rappocini, AKP Ahmad Mariadi yang dihubungi detikcom menyebutkan, Melky ditangkap di rumah kos kawannya, di Borong, Kec. Panakukang, Makassar, sabtu kemarin (31/12/2011), sesaat sebelum mencoba melarikan diri ke Palu, Sulawesi Tengah.
"Awalnya pelaku berusaha mengelak, namun setelah diinterogasi dan dikonfirmasi dengan keterangan saksi-saksi, Melky akhirnya mengakui perbuatannya, termasuk juga sangkur yang digunakan masih memiliki bekas darah korban yang disimpan di rumah kawannya," ujar Ahmad.
Ahmad menyebutkan, selain Melky yang menjadi tersangka utama, sekitar 15 orang pelaku pengeroyokan yang menewaskan Irfan dan melukai Gede Jutiasta, masih dalam proses pengejaran aparatnya.
Ahmad menuturkan kronologis penikaman terjadi pada kamis kemarin, Melky bersama sekitar 15 rekannya yang menggunakan sepeda motor mencegat Irfan yang berboncengan dengan Gede tidak jauh setelah keluar dari kampus UNM Gunung Sari, yang didasari motif balas dendam, setelah rekan Melky yang bernama Addang terlibat perkelahian dengan Irfan, sehari sebelum peristiwa penikaman tersebut.
Untuk mengantisipasi kemarahan keluarga korban yang berasal dari Kab. Jeneponto, termasuk rekan-rekan Irfan di jurusan Sejarah UNM, Ahmad menitipkan pelaku untuk ditahan sementara di Polrestabes Makassar.
(mna/lh)











































