Pemulangan Jenazah dr Andrias Tunggu Kelengkapan Dokumen

Pemulangan Jenazah dr Andrias Tunggu Kelengkapan Dokumen

- detikNews
Sabtu, 31 Des 2011 20:34 WIB
Pemulangan Jenazah dr Andrias Tunggu Kelengkapan Dokumen
Jakarta - Sejumlah dokumen yang dibutuhkan untuk memulangkan jenazah dr Andrias Karel Melkianus ke Indonesia masih belum diperoleh. Dokumen untuk kepentingan administrasi penerbangan internasional itu lambat diperoleh dari lembaga terkait di Nairobi, Kenya karena sekarang ini sedang libur.

Menurut T Wisnu Mahendra Kusuma, Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Nairobi, Kenya, kendati berharap pemulangan bisa dilakukan secepatnya, namun pihaknya belum mendapat kepastian kapan pemulangan jenazah bisa dilakukan. Jika dokumen itu sudah terpenuhi semua, akan sesegera mungkin pemulangan dilakukan, tapi masalahnya kantor-kantor pemerintahan tutup.

“Kenya long weekend menyambut tahun baru sampai hari Senin, tapi kita tetap usahakan untuk dapat dipulangkan secepatnya ke Indonesia,” tukas kata Wisnu kepada detikcom melalui email, Sabtu (31/12/2011) dari Nairobi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dokumen-dokumen yang dibutuhkan itu, antara lain seperti dokumen ‘sehat’ dan ‘aman’ dari instansi kesehatan. Hal ini dibutuhkan untuk menerbangkan jenazah, apalagi penerbangan internasional.

“Dokumen itu merupakan syarat mutlak berdasarkan ketentuan penerbangan internasional tentang menerbangkan jenazah,” sambung Wisnu.

Sementara menunggu dokumen-dokumen itu lengkap, staf KBRI Nairobi ditempatkan di Nairobi Hospital untuk memantau perkembangan. Setiap perkembangan. Rumah sakit itu berjarak sekitar satu kilometer dari kantor KBRI Nairobi yang berada di Menengai Road, Upper Hill.

“Staf kita stand by, nonstop,” katanya.

Seperti diketahui, Andrias Karel Melkianus Keiluhu (44) yang tergabung dalam Medicins Sans Frontieres (MSF), tewas dalam penembakan di Mogadishu, ibukota Somalia pada Jumat (30/12/2011). Turut tewas juga dalam kasus seorang dokter asal Belgia, Philippe Have (55). Jenazah keduanya kemudian dibawa ke Nairobi, ibukota Kenya, sebelum dikembalikan ke negara masing-masing.

(rul/mad)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini