" Dia dengan dompet bertuliskan Polisi itu, berhasil mengelabui puluhan bahkan ratusan sopir truk dengan mengaku sebagai seorang Polantas ", ujar Kasat Reskrim Polres Garut, AKP. Yusuf Hamdani, Sabtu (31/12/2011), kepada wartawan.
Dalam menjalankan aksinya, Rd berpenampilan rapih dengan rambut cepak kemudian tanpa ragu mencegat truk dan ikut menumpang di depan bersama sopir. Sambil jalan tersangka memperlihatkan dompet dan mengaku petugas yang sedang menjalankan oprasi penertiban surat-surat kendaraan.
" Untuk lebih meyakinkan sebagai seorang anggota Polantas, tersangka juga memperlihatkan beberapa SIM yang telah berhasil disita sebelumnya ", ungkap Yusuf.
Sopir yang tidak bisa memperlihatkan surat-surat kendaraan diminta uang antara Rp 50 hingga Rp 200 ribu. Uang itu, menurut Rd, digunakan untuk menghidup istri dan anak-anaknya.
" Anak saya banyak, terus saya tidak punya kerjaan, nanti siapa yang mau membiayai keluarga, saya menyesal pak ", tuturnya sambil menyeka air mata.
Rd ditangkap petugas Reserse Polres Garut Jawa Barat saat memalak sejumlah sopir truk di ruas jalan Bayongbong dengan berpura-pura sebagai petugas Polisi Lalulintas. Rd mengaku bahwa perbuatannya sebagai Polisi gadungan telah dijalaninya selama 1 bulan.
" Kalau sudah cukup banyak saya antar uang hasil pemalakan ke rumah ", katanya.
(gah/gah)











































