"Yang selama ini abu-abu mulai mempertegas arahnya," terang Direktur Lingkar Mandani untuk Indonesia, Ray Rangkuti, kepada detikcom, Sabtu (31/12/2011).
Ketegasan sikap parpol baik oposisi maupun koalisi memang sangat dibutuhkan saat ini. Karena, masyarakat tidak lagi butuh sosok yang penuh basa-basi untuk mendengarkan aspirasi dan keluhan mereka.
"Akhirnya mereka (partai) memilih menunjukkan jati diri yang berbeda dengan pemerintah saat ini," katanya.
Meski memiliki dampak yang baik di masyarakat, di sisi lain ketegasan itu justru mengancam keutuhan setgab koalisi. Hal itu mulai terlihat sejak dini, dimana parpol mulai sibuk mengajukan masing-masing calonnya dalam Pilpres nanti.
"Efeknya tentu koalisi ini bisa pecah. Apalagi mereka mengusung calon presiden yang berbeda dengan isu-nya masing-masing," tambahnya.
Warna-warni berpolitik di 2012 membuat Pilpres mendatang semakin menarik. Apalagi, Demokrat sebagai partai penguasa saat ini sudah tidak menarik di mata publik.
"Karena orang sudah bosan dan jenuh dengan gaya kepemimpinan SBY ini. Maka itu butuh figure yang beda, yang tidak pencitraan, tidak basa-basi, tegas dan tidak ragu-ragu," katanya.
Masyarakat butuh sosok yang tidak hanya handal beretorika tapi minim tindakan. Sikap itu menurutnya dapat itu ditemukan pada sosok Mahfud MD, Dahlan Iskan, Jusuf Kalla dan Aburizal Bakrie.
(lia/mok)











































