"Ini keharusan tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tujuannya untuk mencegah kejahatan dalam angkot dan juga menertibkan para supir ilegal," terang Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail, di Kantor Dinas Perhubungan Kota Depok, Jl Raya Kalimulya, Cilodong, Jumat (30/12/2011).
Dalam sosialisasi berseragam sopir angkot, untuk tahap awal, Pemkot Depok baru akan membuat 30 buah seragam untuk 4 trayek. Untuk trayek D129 berbaju warna biru muda, D08 warna jingga, D09 warna merah bata, dan D10 kombinasi warna hijau dan biru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna meminimalisir kejahatan, Pemkot Depok juga akan segera menerapkan piket angkot yang harus beroperasi di tengah malam sampai pagi hari. Program ini diperlukan untuk melayani warga yang mempunyai kegiatan ekonomi di waktu dini hari dan juga memberikan rasa aman kepada warga.
"Seperti Ros yang mengalami peristiwa tragis karena beraktivitas ekonomi di waktu dini hari, seharusnya ada angkot Kota Depok yang resmi beroperasi agar memberikan rasa aman kepada masyarakat. Dishub harus bertanggun jawab 24 jam kepada pelayanan transportasi kepada masyarakat," bebernya.
Program ini juga harus cepat direalisasi. Dan angkot yang hadir juga haruslah yang resmi. Nur Mahmudi juga meminta supaya Dishub untuk segera menertibkan angkot yang ilegal.
Di Kota Depok sendiri, ada armada angkot sebanayk 2896 dengan 29 trayek. Dari trayek tersebut ada sembilan trayek yang masuk ke Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
(mok/lia)










































