"Ya diperiksa semuanya, tentu dilihat nanti apa dia (Kapolres Bima) memberikan perintah salah atau dia tidak memberikan perintah, akan kita lihat. Perwira pengendali sudah 3 (orang) kita periksa. Tapi belum bisa ditentukan karena menunggu hasil ini," ujar Irwasum Mabes Polri, Komjen Pol Fajar Prihantoro, di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Jumat (30/12/2011).
Menurutnya, penembakan warga terjadi di luar pelabuhan, yakni di dekat pom bensin. Tim pengawas internal Mabes Polri juga telah memeriksa anggota Polri yang saat itu berada di sana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada (peluru tajam). Semua kan senjata kita lihat, ada tidak (peluru tajam). Kalau senjata bekas tembakan kan kelihatan. Kebetulan hasil autopsi tidak ada. Hanya sedikit saja, seperti biji sirsak," ungkapnya.
Meski begitu, tim pengawas internal masih terus mendalami terkait penggunaan senjata dan peluru tajam. Untuk itu dirinya yakin hal tersebut akan terungkap dalam proses penyelidikan.
"Tidak bisa kita melihat peluru tajam atau bukan, kecuali proyektilnya sudah kelihatan. Karena begitu keluar dari laras, sama semuanya," tutupnya.
(mpr/mok)










































