"Pertemuan dengan editor hari ini berkaitan dengan tugas saya sebagai Seskab. Ada hal-hal yang dengan kawan editor ini ada miskomunikasi. Ini kita koreksi agar publik dapat informasi yang benar," ujar Dipo di Gedung Dewan Pers, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011).
Dipo menyoroti berbagai hal mengenai pemberitaan, seperti kerusuhan di beberapa tempat dan pemberitaan yang menyudutkan Polri. Selain itu, Dipo juga menyoroti berita retaknya hubungan SBY dan Menlu Marty Natalegawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Dipo mengakui kurangnya menteri, sekjen atu pejabat humas memberikan keterangan ke wartawan. Hal ini mempengaruhi pemberitaan di media massa. Dipo akan meminta para menteri bicara pada pers dan beri keterangan yang benar.
"Menteri dan jajarannya jangan diam, harus meluruskan apa yang bengkok," lanjutnya.
Wakil Ketua Dewan Pers, Bambang Hary Murti, mengatakaan pertemuan ini hanya meluruskan beberapa masalah antara pemerintah dan media massa yang merupakan salah satu tugas Dewan Pers. Hal ini merupakan masukan berharga bagi kedua pihak untuk menjaga komunikasi dan mencegah terjadinya miskomunikasi.
"Ini meminimalkan salah paham, tapi boleh saja beda pendapat," ucapnya.
Bambang membantah hal ini merupakan tekanan pemerintah kepada pers. "Bukan, sama sekali tidak seperti itu, Presiden SBY kan sudah berkali-kali menekankan mendukung kebebasan pers. Pak Dipo hanya ingin agar menteri lebih rajin bicara ke pers," ujarnya.
(nal/vit)










































