Kekerasan Marak, Politisi PDIP Minta Kapolri Dicopot

Kekerasan Marak, Politisi PDIP Minta Kapolri Dicopot

- detikNews
Jumat, 30 Des 2011 17:21 WIB
Kekerasan Marak, Politisi PDIP Minta Kapolri Dicopot
Jakarta - Anggota Komisi III DPR dari PDIP Ahmad Basarah meminta Kapolri diganti. Kapolri dipandang gagal menjalankan tugas dengan baik.

Terakhir adalah gagalnya Polri mengamankan kasus pembakaran pesantren syiah di Dusun Nangkrenang Desa Karang Gayam Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura.

"Penyerbuan Pesantren yang dianggap berhaluan Syiah oleh masyarakat di Sampang Madura membuktikan sekali lagi bahwa Polri gagal melaksanakan tugasnya sebagai Pengayom dan pelindung masyarakat. Kalau intelejen Polri dapat melakukan deteksi dini dan melakukan langkah persuasif terhadap potensi konflik masyarakat di sana, saya yakin aksi anarkis pembakaran pesantren di Sampang tidak perlu terjadi," tutur Basarah saat dihubungi wartawan, Jumat (30/12/2011).

Menurutnya, Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Timur Pradopo mengalami penurunan kualitas profesionalisme dan kepekaan sosial dalam mencermati gelagat dan dinamika yg eskalasi semakin meningkat akhir-akhir ini. Jika kondisi Polri terus seperti ini, Basarah khawatir Negara akan kehilangan perannya untuk menganalisa potensi konflik yang terus bermunculan di tengah masyarakat kita dengan berbagai macam latar belakang penyebabnya.

"Kalau kritik terhadap penurunan kualitas dan profesionalitas Polri saat ini dijawab dengan tuntutan meminta posisi politik institusi Polri diturunkan menjadi dibawah Kementerian adalah tidak elevan dan terlalu politis. Posisi politik Polri di bawah Presiden saat ini adalah posisi terbaik. Namun demi kebaikan rakyat dan keselamatan negara, Presiden sudah seyogyanya segera mengganti Kapolri Timur Pradopo dengan Jenderal Polisi lain yang kriteria memenuhi tantangan zaman pada saat ini," usulnya.

Penanganan kasus pembakaran pesantren syiah di Dusun Nangkrenang Desa Karang Gayam Kecamatan Karang Penang, Sampang, Madura, tidak hanya dilakukan Polres Sampang saja, tapi juga melibatkan Polda Jatim. tidak hanya dilakukan Polres Sampang saja, tapi juga melibatkan Polda Jatim.

Penanganan kasus itu ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. Penyidik dari polda pun turun ke lokasi, untuk menyelidiki kerusahan tersebut. Selain itu beberapa pejabat utama polda, meluncur ke lokasi kejadian.

(van/ndr)


Berita Terkait