"Hasil evaluasi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane dan Dinas Pekerjaan Umum setelah selesainya saluran Banjir Kanal Timur, banjir bisa dikurangi 30 persen lebih," kata pria yang akrab disapa Foke ini.
Hal ini disampaikan Foke dalam acara laporan akhir tahun 2011 di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011).
Dikatakan dia, genangan air yang tersebar di 13 aliran sungai sudah lebih cepat surut, paling lama 8 hingga 12 jam. Dari tahun 2010, ada 78 titik lokasi genangan. Sedangkan pada tahun 2011 sudah menjadi 62 lokasi.
"Mudah-mudahan akan terus berkurang setiap tahun karena kita telah menyediakan 125 pompa pengendalian banjir dengan kapasitas 270 meter kubik per detik," ujar pria berkumis ini.
Untuk di jalan-jalan underpass, lanjut Foke, ada 46 pompa di 10 lokasi sehingga secara total pompa di Jakarta bisa mengaliri air sebanyak 300 meter kubik per detik.
"Jadi saya optimistis, jumlah genangan setiap tahunnya akan bisa dikurangi," kata Foke.
(aan/vit)











































