Email Terakhir dr Andrias: Saya Memikirkan Anak-anak

Email Terakhir dr Andrias: Saya Memikirkan Anak-anak

- detikNews
Jumat, 30 Des 2011 16:08 WIB
Email Terakhir dr Andrias: Saya Memikirkan Anak-anak
Jakarta - Hidup adalah soal pilihan. Bagi dr Andrias Karel Melkianus Keiluhu, membantu orang yang menderita di negara yang memiliki keterbatasan tenaga medis adalah pilihan menarik. Meski dia tak pernah menyangka nyawanya melayang saat berada di Somalia, jauh dari keluarga.

dr Andrias tewas ditembak pria bersenjata di Somalia pada 29 Desember kemarin. Beberapa hari sebelum meregang nyawa, pria 44 tahun itu sempat mengirimkan email pada istrinya. Intinya email itu berisi bagaimana dr Andrias memikirkan anak-anaknya.

Email itu dikirimkan dr Andrias pada 23 Desember 2011 lalu. Namun sang istri, dr Carlamia H Lusikooy, baru membacanya pada 26 Desember.

"Di situ Bapak bilang, 'saya memikirkan anak-anak'. Tapi waktu itu saya belum sempat balas," kata dr Carla dengan mata sembab saat ditemui detikcom di kediamannya, Jl Kenari, Bintaro, Tangerang, Jumat (31/12/2011).

Menurutnya, dr Andrias juga sempat mengirimkan pesan lewat BlackBerry Messenger pada anak lelakinya. Namun dia mengaku tidak tahu pesan apa yang dikirim oleh suaminya itu. BBM dikirimkan pada 28 Desember lalu.

dr Carla menuturkan, terakhir kali dr Andrias pulang pada Agustus lalu. Sebelumnya, pada bulan Maret dan Juni, pria yang merupakan alumnus Universitas Hasanuddin Makassar itu juga sempat pulang ke Indonesia.

"Kalau Bapak pulang ngak pernah lama, paling lama sebulan," sambung perempuan yang menjadi Kepala Instalasi Rehabilitasi Napza di RSKO Cibubur ini.

Saat ini pihak keluarga tengah menunggu kepulangan jenazah dr Andrias. Pemulangan jenazah diurus lembaga tempat dr Andrias bekerja, Medecins Sans Frontieres (MSF). Rencananya jenazah akan dimakamkan di Jakarta.

dr Carla terlihat tabah dengan musibah yang dialami keluarganya. Dia masih menyempatkan diri melempar senyum dan berbagi cerita, kendati sebentar, kepada detikcom. Pun dengan kedua anak buah hati dr Carla dan dr Andrias. Putra putri mereka yang kini berusia 14 dan 12 tahun itu pun terlihat tegar saat bersiap mengikuti misa di rumahnya. Keduanya kompak mengenakan baju hitam.

Tidak ada karangan bunga di sekitar kediaman dr Carla. Beberapa sanak keluarga yang datang, beberapa kali terlihat mengelap air mata yang mengalir deras. Rumah sederhana berwarna putih dan berlantai dua itu saat ini lebih ramai dari biasanya.

Informasi dari MSF, dr Andrias yang akrab disapa Kace itu telah bekerja dengan MSF sejak 1998 di Indonesia, Ethiopia, Thailand dan Somalia. Dia dan rekannya dari negara Belgia, Phillipe Havet (53) ditembak hingga tewas pada Kamis (29/12).

Penembakan diduga dilatarbelakangi sakit hati pelaku. Pelaku yang merupakan pria

Somalia, baru saja dipecat dari MSF, lembaga kemanusiaan berbasis di Belgia. Phillipe tewas seketika, sedang dr Andrias menyusulnya karena pendarahan yang hebat setelah 
dioperasi di RS Madina.

Phillipe dan Kace bekerja dengan MSF di Mogadishu untuk memberikan bantuan darurat medis kepada para pengungsi negara yang terkoyak akibat perang saudara itu.

dr Andrias lahir di Manokwari pada 30 Mei 1967. Dia meninggalkan seorang istri dan 2 orang anak yang berumur 14 dan 12 tahun.

(vit/nwk)


Berita Terkait