"Tadi diperiksa sekitar pukul 11.00 WIB. Ini baru saja selesai. Ditanya motivasinya apa sama kronologi sampai manjat ke tower itu," kata Julianto, rekan Abi yang ikut mendampingi di Polres Asahan, saat dihubungi detikcom pukul 14.30 WIB, Jumat (30/12/2011). Medan-Kisaran berjarak 4 jam naik KA.
Julianto mengatakan tindakan ini merupakan bentuk solidaritas mahasiswa terhadap aksi mahasiswa UBK Jakarta, Sondang Hutagalung, yang berani membakar diri untuk memprotes sistem pemerintahan yang bobrok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Julianto menceritakan saat berada di ruangan polisi, penyidik sempat menasihati Abi dan rekan-rekannya agar tidak mengulangi tindakan tersebut. Aksi yang dilakukan Abi adalah aksi yang berbahaya. Karena tower yang Abi panjat adalah tower untuk saluran komunikasi perjalanan kereta api dari Medan ke beberapa daerah lain.
"Ya kita dinasihati jangan begitu lagi. Itu kan berbahaya. Nanti orangtua sedih. Tower itu juga ternyata untuk komunikasi perjalanan kereta," ucapnya.
Julianto mengaku sempat mendengar pihak stasiun ingin mempolisikan Abi dan rekan-rekan atas hal tersebut. Abi dan rekan-rekan siap jika ada upaya seperti itu.
"Tadinya mau dilaporkan dengan pasal 551 KUHP karena kita juga masuk tanpa izin katanya. Kita siap menerima konsekuensinya," imbuhnya.
Abi nekat memanjat tower Stasiun Kisaran sekitar pukul 06.30 WIB. Aksi Abi membuat lalu lintas di depan stasiun sempat macet. Warga berdatangan melihat aksi nekat Abi tersebut.
Abi melakukan hal ini sebagai bentuk protes terhadap pemerintahan Asahan. Pemerintah Asahan dinilai telah gagal menyelesaikan segala permasalahan di Kisaran seperti gizi buruk. Dia mengkritik Bupati Asahan yang memberikan jabatan kepada seorang mantan narapidana.
Sekitar pukul 09.15 WIB, dia akhirnya turun dari tower. Namun hingga kini, Abi tak diketahui keberadaannya.
(gus/nrl)











































