Dianiaya Caleg, Joko Lapor Polisi
Kamis, 22 Jul 2004 20:25 WIB
Semarang - Hati-hati mengaduk semen di jalan, salah-salah anda bisa dikeroyok orang. Seperti yang dialami, Joko Indarto (35), warga Ngaliyan. Joko yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang bangunan melapor polisi gara-gara dianiaya. Penganiyaan tersebut diduga melibatkan seorang caleg jadi di Semarang yang merupakan saudara pimpinan parpol terkemuka, Yuyun. Joko yang merasa tak terima dengan penganiayaan itu mengadukan kasusnya ke Polwiltabes Semarang, Jl. Dr. Sutomo, Kamis (22/07/2004). Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang Kompol Wagisan mengatakan penganiayaan ini berawal ketika Joko sedang mengaduk semen dan pasir di tepi jalan di Bringin Ngaliyan Selasa lalu. "Rupanya Subchi menilai adukan semen dan pasir Joko menghalangi jalan Yuyun yang akan lewat. Karena tak terima akhirnya terjadi perang mulut. Tak berhenti di situ, Subchi pulang dengan memanggil teman-temannya.Korban lalu dianiya dengan ganco, alat penggali tanah itu," kata Wagisan. Korban menderita luka di kepala dan pinggang akibat bacokan alat penggali tanah itu dan dilarikan ke RS Kariadi. Kepalanya dijahit. Setelah agak sembuh ia baru melaporkan kasus itu ke polis. Saat ditanya wartawan, Joko mengaku tidak ingat apa-apa tentang kejadian itu. Sementara ini, polisi sudah menangkap 7 orang diantaranya bernama Ribut, Kuncoro, Eko, Supriyanto, Budiyanto, dan Win. Polisi masih memburu Subchi dan Yuyun. Polisi membantah hal ini bermuatan politis, sebab Yuyun konon adalah caleg jadi di Kota Semarang dan adik petinggi parpol terkemuka di Jawa Tengah."Tidak ada unsur politis, saya kira ini murni kriminal," kata Wagisan. Saat ditanyakan kepada penyidik Iptu Budi Prasetyo soal keterkaitan orang yang bernama Yuyun, ia membantahnya. "Tidak ada nama itu dalam kelompok itu. Bisa saja itu hanya orang mengaku-aku saja," katanya menutup-tutupi.
(mar/)











































