"Sebagai rekan sejawat, kami berduka cita secara mendalam atas gugurnya dr Andrias yang mengabdikan dirinya sebagai dokter perdamaian di daerah konflik, juga mewakili seluruh Civitas Akademika Unhas," ujar Rektor Unhas, Prof Dr Idrus Paturusi, saat dihubungi detikcom, Jumat (29/12/2011).
Idrus yang juga guru besar fakultas kedokteran ini tak lupa menyatakan duka citanya sebagai sesama dokter. Dekan Fakultas Kedokteran Unhas Irawan Yusuf membenarkan jika Andrias adalah jebolan kampus merah itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andrias adalah pekerja di organisasi kemanusiaan medis internasional Doctors Without Borders/Medecins Sans Frontieres (MSF) yang berbasis di Belgia. Dokter 44 tahun itu bekerja dengan MSF sejak 1998 sejumlah negara seperti Indonesia, Thailand, Ethiopia dan Somalia.
(mna/gah)











































