"Belum (mendengar kabar penembakan Andrias). Saya akan cek ke Kemlu bagaimana ini berangkatnya. Kalau orang kesehatan kan biasanya imun di daerah konflik. Jadi ini suatu hal yang patut dikutuk," kata Endang.
Hal ini disampaikan Endang usai mengikuti rapat di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (30/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, dokter-dokter tidak memerlukan izin Kemenkes saat menjadi relawan. "Tidak perlu. Jadi dia bisa pergi atas nama sendiri atau NGO. Kita juga banyak yang dengan alasan kemanusiaan. Kita juga kan tidak bisa melarang. Tetapi di daerah konflik itu risikonya sendiri," papar Endang.
Endang juga mengaku tidak mengantongi data seputar dokter-dokter yang menjadi relawan di daerah konflik.
Andrias adalah pekerja di organisasi kemanusiaan medis internasional Doctors Without Borders/Medecins Sans Frontieres (MSF) yang berbasis di Belgia. Dokter 44 tahun itu bekerja dengan MSF sejak 1998 sejumlah negara seperti Indonesia, Thailand, Ethiopia dan Somalia.
(aan/nrl)











































