Kantor berita AFP melaporkan, seorang pria bersenjata menembakkan senjata di kompleks Medicins Sans Frontieres (MSF) atau lembaga kemanusiaan Doctors Without Borders di Mogadishu pada hari Kamis (29/12/2011).
Penembak itu telah ditangkap petugas keamanan. Dia diidentifikasi sebagai pria Somalia yang bekerja dengan MSF. Penembakan ini merupakan serangan terbaru pada petugas bantuan kemanusiaan di negara Tanduk Afrika itu, salah satu tempat paling berbahaya di dunia untuk pekerja kemanusiaan sekaligus kawasan yang paling membutuhkan keberadaan pekerja kemanusiaan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MSF melakukan segala sesuatu untuk menjamin keamanan stafnya," imbuhnya.
Kedua korban penembakan dilarikan ke RS Medina. Seorang staf RS menuturkan, seorang pekerja medis dari Barat meninggal setiba di RS. Sedang korban lainnya yang diidentifikasi sebagai seorang WNI, mengalami luka tembak di paha, peluru menembus arteri dan menyebabkan perdarahan berat.
"Korban kedua tewas di rumah sakit saat dokter berusaha menyelamatkannya," kata Dumiya Ali, wakil direktur rumah sakit Medina. Dia menambahkan, korban telah kehilangan banyak darah ketika tiba di rumah sakit.
MSF mengatakan pihaknya akan mengeluarkan pernyataan lain hari Jumat ini. Sementara itu, The New York Times melansir, pekerja medis dari Indonesia yang tertembak adalah seorang dokter. Sedangkan yang dari Barat merupakan warga negara Prancis.
(nrl/vit)











































