"Tidak ada pembicaraan mengenai cawapres sampai ada hasil pileg," kata Ketua DPP PAN, Bima Arya Sugiarto tentang wacana pasangan Hatta Rajasa-Dahlan Iskan. Hal ini disampaikan dalam pembicaraan telepon dengan detikcom, Kamis (29/12/2011).
Menurutnya, pilihan waktu bahwa cawapres dibicarakan setelah ada hasil pileg merupakan pilihan yang rasional. Bagaimana pun juga, pos untuk cawapres kelak akan sangat dipengaruhi partai mana yang jadi mitra koalisi PAN untuk periode 2014-2019.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapa cawapres-nya, tentu akan menyesuaikan dengan konfigurasi baru koalisi parpol hasil pemilu," jelas Bima.
Maka jelas wacana 'menjodohkan' Hatta Rajasa dengan Dahlan Iskan atau siapa pun sebagai pasangan capres-cawapres, saat ini terlalu dini. Semua tokoh yang punya niat mencalon diri sebagai cawapres untuk Hatta Rajasa, lebih baik mengoptimalkan waktu 2 tahun ke depan untuk buktikan kapabilitas dan kapasitasnya.
"Semua tokoh harus buktikan dulu kinerja dan akseptabilitasnya, termasuk Dahlan Iskan. Beliau ada waktu dua tahun tunjukan bahwa dia bekerja untuk rakyat," tandas Bima.
(lh/did)











































