"Bungai bangkai ini sudah sejak bulan November 2011. Tapi baru mekar tadi jam 2 siang. Ini yang kedua. Yang pertama tahun lalu, bulan ini juga. Saya nggak tahu awalnya," kisah Abeh ketika ditemui detikcom di rumahnya, Kamis (29/12/2011).
Sedangkan bunga bangkai yang sebelumnya tumbuh di rumah Abeh, dicabut dan digantung di tembok. Luas rumah Abeh ini 300 meter persegi, dan sepertiganya adalah halaman berupa tanah, sisanya bangunan rumah bergaya Betawi. Halaman tanah itu ditanami Abeh dengan tanaman obat-obatan herbal seperti kumis kucing, srikaya, ciplukan, lidah buaya, ginseng, jahe merah, temulawak, jarak dan lain-lain. Ada yang ditanamnya di tanah dan ada pula yang ditanam dalam pot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya saya tidak tahu kalau itu bunga bangkai. Baru pada saat mulai bau, saya kira ada bangkai di sekitar rumah. Ternyata setelah saya tanyakan ke anak saya ini bunga bangkai," jelas dia.
Abeh, ayah 4 anak ini, kini merawat bunga bangkai itu dengan memberinya pupuk kimia Mutiara yang mengandung unsur Nitrogen, Fosfor dan Kalium (NPK). Dia juga mempersilakan bila ada warga yang ingin melihat bunga bangkai itu.
(nwk/vta)










































