Pasca Pembakaran Rumah Dinas Bupati, Kotawaringin Barat Mencekam

Pasca Pembakaran Rumah Dinas Bupati, Kotawaringin Barat Mencekam

- detikNews
Kamis, 29 Des 2011 19:18 WIB
Pasca Pembakaran Rumah Dinas Bupati, Kotawaringin Barat Mencekam
Palangkaraya - Pasca pembakaran rumah jabatan Bupati Kotawaringin Barat (Kobar), Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, situasi di Pangkalan Bun saat ini terpantau mencekam. Warga memilih menutup aktivitas perekenomian, termasuk pasar tradisional dan pertokoan.

"Jalanan lengang, hanya ada 1-2 motor saja yang lewat di jalan-jalan utama setelah massa membakar rumah jabatan bupati," kata warga Jl Pasanah di Pangkalan Bun, Puguh Santoso, sekaligus saksi mata ketika dihubungi detikcom, Kamis (28/12/2011) malam WIB.

Kediaman Puguh sendiri, berjarak sekitar 2 kilometer dari rumah jabatan Bupati Kobar, sehingga menyaksikan kepulan asap hitam membubung tinggi dari rumahnya.

Puguh menjelaskan, sebelum aksi pembakaran rumah jabatan Bupati Kobar, ratusan massa melakukan konvoi berkeliling Pangkalan Bun sekitar pukul 12.00 WIB. Di saat konvoi massa, seluruh pertokoan sudah memilih untuk menutup aktivitas mereka.

"Tiba di rumah jabatan bupati, kejadiannya pembakaran sekitar pukul 14.30 WIB. Itu warga sudah ketakutan dan memilih berdiam saja di rumah karena khawatir meluas,"

"Saat pembakaran rumah jabatan itu, hanya sedikit petugas keamanan yang berada di lokasi. Karena petugas keamanan terkonsentrasi di kantor Bupati Kobar, ada aksi unjuk rasa," tambah Puguh.

Tidak cukup sampai di situ, kediaman salah satu anggota DPRD Kobar, dikabarkan juga ikut dibakar massa berselang 1 jam kemudian setelah pembakaran rumah jabatan bupati.

"Kami warga di sini benar-benar khawatir, aksi-aksi seperti itu meluas, ada aksi-aksi susulan. Karena memang tadi massa kita lihat beringas," sebut Puguh.

Ditambahkan Puguh, terlihat aparat Brimob Polda Kalteng di lokasi rumah jabatan bupati, di Jl Pangeran Antasari, Pangkalan Bun, pasca rumah tersebut hangus dibakar massa.

Kapolres Kotawaringin Barat AKPB Novi Irawan saat dihubungi detikcom, masih bertugas di lapangan terkait aksi anarkis tersebut.

"Nanti saja. Nanti saja telepon lagi," kata Novi Irawan di ujung telepon.


(anw/anw)


Berita Terkait