Acara peresmian dilakukan di halte Trans Jogja di Sub Terminal Condong Catur Depok, Sleman, Kamis (29/12/2011). Turut hadir acara itu Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY, Tjipto Haribowo, Rektor UGM, Prof Ir Sudjarwadi, MSc, PhD dan Ketua Tim Penyipan Intergrasi KTM UGM dengan Trans Jogja Prof Dr-Ing Ir Ahmad Munawar.
Dengan membayar Rp 100 ribu untuk langganan selama satu bulan, seorang mahasiswa bisa menggunakannya kemanapun pergi tanpa ada batasan penggunaan setiap harinya dari pagi hingga malam.
UGM mengusulkan tiga opsi tarif, yaitu sistim bulanan sebesar Rp 100 ribu per bulan, sistem semester Rp 400 ribu per semester dan sistem langganan berupa 50 kali naik bis dengan harga Rp 100 ribu.
"Yang dipakai adalah yang Rp 100 ribu untuk langganan setiap bulan. Model kartunya model smart card," kata Ahmad Munawar.
Menurut Ahmad setelah peresmian tersebut, Dishubkominfo DIY dan UGM akan menambah beberapa halte kecil di sekitar Jl Kaliurang. Selain itu juga akan menambah jalur bis Trans Jogja sehingga memudahkan mahasiswa.
"Uji coba pertama bulan November untuk mahasiswa baru sudah berhasil. Untuk pelaksanaan kita bekerjasama dengan Dishubkominfo DIY, Dishub Sleman, PT Gama Techno dan bank-bank mitra UGM," katanya.
Sementara itu Rektor UGM Prof Sudjawardi menambahkan program KTM yang diintegrasikan dengan tiket Trans Jogja diharapkan dapat membantu terciptanya kampus edukopolis yang jauh dari polusi asap kendaraan bermotor.
Menurut dia, mulai tahun ajaran 2011/2012 mahasiswa UGM tidak diperbolehkan membawa sepeda motor ke dalam kampus. Diharapkan selama lima tahun ke depan, jumlah sepeda motor yang masuk kampus juga berkurang.
"Dari 35 ribu mahasiswa UGM baik jenjang D3 dan S1, kita harapkan 5 persen mahasiswa UGM akan memanfaatkan fasilitas ini. nanti setelah ini karyawan juga kita minta memanfaatkan fasilitas ini," pungkas dia.
(bgs/anw)











































