"Paket narkotika ini akan digunakan untuk pesta tahun baru di Kampung Ambon, Jakarta, Bali dan Surabaya," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji Wijayanto saat menggelar hasil tangkapannya di kantornya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis, (29/12/2011).
Selain mengamankan barang bukti, polisi juga membekuk 9 orang tersangka yaitu BTL, MHD, INT, PPI, IT, DK, ML, DDI dan THS. Mereka terus menutupi mukanya dan menghadap dinding menghindari lensa wartawan. Barang haram ini dikendalikan oleh 2 narapidana narkoba warga Nigeria yang mendekam di Lapas Nusa Kambangan OBN dan KLT.
"Satu orang masih dalam pengejaran yaitu SRF yang melarikan diri ke Malaysia," beber Nugroho.
Polisi menangkap jaringan internasonal ini setelah membekuk paket kecil narkoba di Kemayoran dan Tangerang pada 18 Desember 2011. Berturut-turut polisi menangkap tersangka lainya di tol Kebon Nanas pada 26 Desember dan di Cirebon pada 28 Desember 2011.
"Lukisan ini berada di sebuah truk Nopol BL 9154 A yang di tangkap di Kebon Nanas," ungkap Nugroho.
Polisi memastikan jaringan tersebut merupakan jaringan internasional. Narkotika tersebut diimpor dari Iran lewat perjalanan udara menuju Malaysia. Sesampainya di Malaysia, dikemas dalam bentuk lukisan dan dimasukan lewat Aceh. Dari Aceh, dibawa menggunakan perjalanan darat.
"Kami akan membawa 2 orang Nigeria ke sini untuk pengembangan kasus," ucap Nugroho.
(asp/anw)











































