Dinas PU Klaim Pekerjaan 2 Jalan Layang di Jakarta Lampaui Target

Dinas PU Klaim Pekerjaan 2 Jalan Layang di Jakarta Lampaui Target

- detikNews
Kamis, 29 Des 2011 13:08 WIB
 Dinas PU Klaim Pekerjaan 2 Jalan Layang di Jakarta Lampaui Target
Jakarta - Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta mengerjakan dua jalan layang non tol yakni Tanah Abang-Kampung Melayu dan Antasari-Blok M selama tahun 2011. Pihak PU menilai, kemajuan pekerjaan jalan layang sudah mampu melampui target.

"Sampai saat ini pengerjaan dua jalan layang itu sudah sesuai jadwal," kata Kepala Seksi Simpang Tidak Sebidang Dinas PU, Heru Suwondo, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (29/12/2011)

Padahal di awal pengerjaan dua jalan layang itu, Dinas PU sempat menargetkan progress pekerjaan sampai akhir tahun bisa mencapai 70-80 persen. Nyatanya, hasil yang bisa tercapai setengahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk jalan layang non tol (JLNT) Antasari-Blok M saat ini progress pekerjaan sudah mencapai 52,52 persen. Tiang-tiang pancang pun sudah terlihat berdiri tegak. Saat ini sebagian badan jalan sudah terpasang di atas gelagar tiang-tiang tersebut.

"Yang di Antasari-Blok M sudah mulai dikerjakan untuk on off ramp (tanjakan dan turunannya)," katanya.

Jalan layang Antasari-Blok M, memiliki panjang 4,8 kilometer, dengan lebar 17 meter untuk dua jalur dengan ketinggian 10 meter dari jalan eksisting. Target awal, pekerjaan akan memakan waktu sekitar 1 tahun 7,5 bulan dengan masa perawatan selama 180 hari.

Sedangkan untuk jalan layang Tanah Abang-Kampung Melayu sampai Desember ini progress kerja sudah mencapai 46,31 persen. Pada jalan layang ini pemasangan tiang pancang juga sudah mulai selesai, dan gelagar atau penyanggah badan jalan sudah mulai dinaikkan di atas tiang pancang.

"Untuk Tanah Abang-Kampung Melayu kita sedang fokus untuk on ramp (tanjakannya)," tambahnya.

Jalan layang ini memiliki panjang kurang lebih 2,3 kilometer. Jalan layang ini berada 12 meter di atas tanah dan untuk bagian di atas terowongan Casablanca dinaikkan hingga 20 meter di atas tanah karena adanya tiang monorel. Pembangunannya juga ditargetkan memakan waktu 1 tahun 7,5 bulan dengan masa perawatan selama 180 hari.

Sementara itu, akses jalan u turn dari arah Dr Satrio menuju sebaliknya maupun yang ke arah Rasuna Said juga sudah dibuka kembali. Sehingga pengendara tidak perlu lagi memotong jalan melalui jalan Denpasar yang selama ini dijadikan jalan alternatif.

Untuk underpass di daerah Mabak, Jakarta Selatan tepatnya di perempatan Mabes Polri saat ini masih terus dalam tahap persiapan. Diperkirakan jalan tersebut sudah bisa beroperasi pada awal tahun mendatang.

"Underpass Mabak, awal tahun bisa dioperasikan namun masih uji coba," katanya.

Saat ini jalan sedang dibeton. Setelah selesai maka jalan akan segera diaspal. "Namun baru satu jalur yaitu dari selatan ke utara. Sekarang juga sedang finishing dinding," ucap dia.

(lia/nik)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini