Ratusan Pedagang Pasar 16 Ilir Tolak Pindah ke Jakabaring
Kamis, 22 Jul 2004 16:47 WIB
Palembang -
Ratusan pedagang pagi Pasar 16 Ilir Palembang menolak pindah ke Pasar Induk Jakabaring. Alasannya, fasilitas di pasar tersebut belum lengkap dan harga petak jualan juga tidak jelas."Kami menolak pindah ke Pasar Induk Jakabaring, sebab fasilitas di pasar itu belum lengkap, selain itu harga petak yang dijual tidak jelas, ada yang tinggi ada yang murah," kata Koodinator Aliansi Pedagang Pagi Pasar 16 Ilir (AP316) Ridwan, sesaat sebelum melakukan pertemuan dengan Walikota Palembang, kepada detikcom, di kantor Walikota Palembang, Jalan Merdeka Palembang, Kamis (22/7/2004).Menurut Ridwan yang mengkoordinir 400 pedagang pagi Pasar 16 Ilir Palembang, fasilitas yang belum lengkap di Pasar Induk Jakabaring itu antara lain terminal tempat truk dari luar daerah menurunkan kiriman sayuran, kemudian tidak tersedianya lokasi untuk para agen sayuran sebelum diberikan kepada pengecer, dan belum dibangunnya dermaga di Sungai Ogan, tak jauh dari Pasar Induk Jakabaring tersebut."Jadi kami baru akan pindah setelah fasilitas itu dipenuhi pemerintah," kata Ridwan, yang saat berita ini ditulis (22/7/2004) masih melakukan perundingan dengan pihak Walikota Palembang, di kantor Walikota Palembang, Jalan Merdeka Palembang."Kami masih berunding. Kalau tuntutan kami tidak dipenuhi, kami akan melakukan mogok penjualan selama sepekan," katanya melalui ponsel melalui detikcom.Menurut rencana, pemerintah kota Palembang semua para pedagang pagi di Pasar 16 Ilir, seperti pedagang sayuran, daging dan ikan, mulai tanggal 29 Juli 2004 harus pindah ke Pasar Induk Jakabaring. Tampaknya rencana ini belum tentu berjalan lancar.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































