Kemarau, 18 Daerah di Jateng Dilanda Kekeringan
Kamis, 22 Jul 2004 16:42 WIB
Semarang - Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, beberapa daerah di Jateng selalu mengalami kekeringan parah di musim kemarau. Untuk tahun ini, 18 dari 35 kota/kab seluas 12.996 Ha dilanda kekeringan akut. Sisanya, masih dalam kategori yang wajar.Data itu merupakan hasil pantauan Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Dinas Pertanian Jateng pada periode Januari - 15 Juli 2004. Daerah-daerah yang mengalami kekeringan parah di antaranya, Brebes, Pemalang, Pekalongan, Semarang, dan Grobogan.Selain itu, daerah yang juga mengalami kekeringan parah antara lain, Pati, Rembang, Blora, Banyumas, Cilacap, Puworejo, Kebumen, Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali.Kepala BPTPH Suhargiyantono mengatakan, perkembangan kekeringan belum bisa dipastikan. Jumlah daerah yang mengalami kekeringan bisa bertambah maupun berkurang meski musim kemarau tak lama lagi akan berakhir."Sekarang ini kondisinya labil. Belakangan ini, ada hujan di beberapa daerah. Meski kecil, tapi hal itu bisa mengurangi kekeringan," katanya kepada detikcom di kantornya, Jl. Ungaran Kab. Semarang, Kamis (22/07/2004).Dikatakan Giyantono, dari total kekeringan di Jateng seluas 20.006 Ha, Wonogiri menempati ranking pertama. Kekeringan daerah yang berbatasan dengan Jatim ini mencapai 13.997 Ha. Disusul Sukoharjo dengan 1.228 Ha, dan Klaten dengan kekeringan seluas 1.117 Ha."Wonogiri itu sebetulnya punya waduk besar, Gakah Mungkur. Tapi ternyata, waduk itu lebih banyak difungsikan untuk daerah sekitarnya seperti Sukoharjo dan Sragen. Sedangkan daerahnya sendiri malah kering," katanya.Terakhir, Giyantono mengharapkan agar masyarakat hati-hati dalam menghadapai musim kemarau. Terutama dalam hal penggunaan air. Karena, kondisi lingkungan labil dan kurang bisa diprediksi.
(nrl/)











































