Kalla Temui Hamzah Tawarkan Jatah
Kamis, 22 Jul 2004 16:40 WIB
Jakarta - Cawapres Jusuf Kalla menemui capres Hamzah Haz. Bukan hanya membahas koalisi, tapi juga soal jatah kursi di pemerintahan. Kabinet SBY-Kalla nantinya berbanding 40:60 untuk parpol dan profesional.Pertemuan berlangsung di kediaman pribadi Hamzah jalan Tegalan Jakarta Timur pukul 14.30-16.00 WIB, Kamis (22/7/2004)."Maksud kedatangan saya untuk menyampaikan pesan SBY, kami siap bekerja sama dengan PPP pada Pilpres putaran dua. Kabinet kami nanti, 40 persen parpol, 60 persen profesional," kata Kalla.Diutarakan dia, dalam pembicaraan tadi, dirinya menjanjikan apabila nanti SBY-Kalla memenangkan Pilpres putaran dua, pihaknya akan menyertakan PPP sebagai salah satu unsur pendukung pemerintah."Ini sebuah kewajaran dalam power sharing," kata Kalla. Namun demikian, lanjut dia, pembicaraan belum sampai pada tahap jumlah pembagian jatah kursi, melainkan hanya prinsip-prinsip dasar.Perolehan suara Hamzah dalam Pilpres putaran pertama, diakui Kalla, sangat tidak signifikan untuk mendongkrak SBY-Kalla. Namun sebagai ketua umum parpol, Hamzah dinilai berhasil membawa PPP ke posisi empat dalam Pemilu legislatif."Saya menemuinya dalam kapasitas sebagai ketua umum PPP. Kami juga punya kesamaan visi kebangsaan," jelasnya.Namun Kalla membantah tawaran koalisi terhadap PPP itu merupakan perubahan kebijakan Partai Demokrat dari koalisi terbatas yang selama ini didengungkan. Pihaknya sama sekali tidak pernah menafikan pentingnya koalisi untuk menjamin kelangsungan pemerintahan SBY-Kalla nantinya."Kami sama sekali tidak menutup pintu koalisi. Sejak dulu kami sadar perolehan suara kami masih belum cukup. Selain dengan PPP, kami juga akan melakukan pendekatan dengan parpol-parpol lain yang kandidatnya urung melaju ke putaran dua. Realisasi koalisi nanti setelah tanggal 20 Agustus 2004. Tapi persiapannya bisa dimulai dari sekarang," kata Kalla.Hamzah membenarkan dalam pertemuan tadi Kalla mengajak partainya berkoalisi. Juga menawarkan kursi dalam pemerintahan mendatang. Namun tawaran serupa juga pernah disampaikan Mega-Hasyim.Berapa jatah yang ditawarkan Kalla? "Belum detail. Sesuai dengan prosedur parpol, tawaran PDIP dan Partai Demokrat akan dibicarakan dalam Rapimnas 27 Juli," katanya."Termasuk membahas rekomendasi sejumlah kiai PPP yang mengeluarkan fatwa haram perempuan jadi presiden. Insya Allah nanti ada keputusan yang baik bagi kemaslahatan semua. Sampai saat ini peluangnya masih fifty-fifty," ujar Hamzah.
(sss/)











































