Tim Wiranto: Banyak Cacat, Idealnya Pilpres Diulang

Tim Wiranto: Banyak Cacat, Idealnya Pilpres Diulang

- detikNews
Kamis, 22 Jul 2004 16:34 WIB
Jakarta - Tim kampanye Wiranto-Wahid merekomendasikan pemilihan presiden ulang idealnya dilakukan mengingat banyak ditemukan pelanggaran dan penyimpangan dalam pemilihan presiden putaran pertama."Kami merekomendasikan karena banyaknya cacat pada pilpres kemarin, idealnya dilakukan pemilu presiden ulang. Tetapi ini tidak mungkin karena terdapat kendala dana, waktu dan kondisi bangsa maka kami minta agar surat edaran KPU dicabut dan KPU melakukan perhitungan manual serta memvalidasi berita acara semua tahapan," ungkap Ketua Tim Kampanye Wiranto-Wahid, Slamet Effendy Yusuf di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (22/7/2004).Apakah perhitungan manual ulang signifikan?"Penghitungan itu kan belum berakhir, jadi saya tidak tahu signifikan terhadap Wiranto-Wahid atau tidak tetapi persoalan karena cacat hukum yang terjadi pada pemilu sehingga perlu ada langkah hukum. Jadi bukan karena masalah kerugian suara atau kalah menang," kata dia.Hal senada diungkap Capres Wiranto yang meminta KPU untuk melakukan perhitungan ulang manual dengan bahan baku dari TPS-TPS dan menghadirkan saksi dari capres cawapres. "Kami meminta KPU dan Panwaslu untuk mengklarifikasi resmi semua pelanggaran dan penyimpangan UU dan ketentuan yang berlaku pada pemilu," kata Wiranto.15 Jenis PelanggaranTim Kampanye Wiranto-Wahid menemukan 15 jenis penyimpangan atau pelanggaran yang ditemukan selama pilpres putaran pertama. Kelimabelasnya yakni adanya surat edaran KPU Nomor 1151/15/VII/2004 mengenai pengesahan suara yang terjadi kesalahan coblos akibat teknis pelipatan surat suara, data pemilih tidak akurat karena hanya dijumlahkan antara jumlah pemilih di pemilu legislatif dimana data belum valid dan jumlah pemilih yang belum terdaftar, banyaknya praktek politik uang misalnya di Malang dan Bayuwangi, penyalahgunaan kartu pemilih yang mengakibatkan pencoblosan lebih dari satu kali dan pengerahan anak bawah umur.Selanjutnya, pemalsuan formulir C 1 yakni berita acara penghitungan suara di TPS yang dilakukan capres tertentu, kampanye terselubung di minggu tenang yang dilakukan beberapa capres, adanya kasus intimidasi pemilih di berbagai wilayah misalnya Banyuwangi dan Subang. Kemudian, pencoblosan oleh petugas di Mimika dan Malaysia, kualitas tinta buruk, inkonsistensi perhitungan suara ulang akibat salah coblos, manipulasi perhitungan suara, kurangnya transparansi pemilu di TPS,PPS dan PPK, respon manipulatif mengenai ketidaksesuaian perhitungan saura, TOPS fiktif dan fenomena golput.Saat dibacakan Slamet Effendy Yusuf membacakan jenis-jenis pelanggaran, Wiranto bergegas pergi dan akhirnya sewaktu jumpa pers berakhir Wiranto minta maaf melalui telepon karena harus mengantar istrinya ke bandara untuk Umroh.Kenapa masalah Al Zaytun tidak masuk?"Masalah Alzaytun bukan masalah Golkar, Kalau melanggar UU silahkan ditindak tetapi KPU sering tak konsisten," kata Slamet.Cawapres Salahuddin Wahid menambahkan apabila hasil perhitungan ulang manual menunjukkan angka perbedaan yang signifikan maka akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi. "Kalau terdapat angka yang berbeda secara signifikan, nantinya akan dibawa judicial review ke Mahkamah Konstitusi satu dua hari ini. Kalau angka tak beda banyak, ya kami terima," imbuh Gus Solah. (aan/)


Berita Terkait