"Saya juga bingung, terus keluarga juga masih bingung, kenapa peti jenazahnya dua. Seharusnya kan satu jenazah untuk almarhum Sri Wahyuni," ujar Kepala Desa Wanakerta, Roni Faisal Adam kepada wartawan di rumah duka, Rabu (28/12/2011).
Pihak keluarga almarhum Sri sendiri tertutup memberikan keterangan kepada wartawan. Keluarga tetangga maupun pihak Pemerintahan setempat juga heran dengan datangnya dua peti ini.
Roni menjelaskan bahwa, Sri Wahyuni meninggal sekitar bulan Mei 2011 lalu, berdasarkan informasi yang diterima pihak keluarga. Sri dikabarkan meninggal akibat sakit tifus.
"Ya, berdasarkan informasi memang sakit biasa tidak ada indikasi lainnya " terang Roni.
Roni sendiri yang sebelumnya menyebut bahwa warganya yang meninggal bernama Ai Sulastri. Namun ia kemudian meralatnya, karena warganya yang meninggal tersebut ternyata bernama Sri Wahyuni.
"Jadi nama almarhum Sri Wahyuni bukan Ai Sulastri, memang tadi masih simpang siur informasinya," imbuh Roni.
Kedatangan peti jenazah yang berisi anak dari almarhum Sri ini pun kembali mengundang tanya. Mengingat Sri sudah bercerai dengan suaminya yakni Edod sebelum pergi ke Arab Saudi.
Dari informasi yang dikumpulkan detikcom, dari perkawinan Sri dan Edod dikaruniai empat orang anak. Sri kemudian bercerai dengan Edod, lantaran dilarang pergi ke Arab Saudi.
Namun hingga kini belum ada penjelasan apakah jenazah anak Sri tersebut adalah buah perkawinan dengan Edod atau bukan. Hal ini disebabkan perceraian keduanya terjadi sebelum Sri berangkat ke Arab Saudi tahun 2009 lalu.
Penyebab kematian anak almarhum Sri Wahyuni ini pun belum ada kejelasan. Pihak keluarga saat ini belum bisa memberikan keterangan atas kedatangan dua peti jenazah itu. Kedua orang tua almarhum juga masih terlihat shock.
(her/her)











































