Demikian disampaikan Komisioner Komnas HAM, Syafurdin Ngulma, usai meninjau perkembangan pekerjaan pelebaran badan Kali Krukut, Kampung Pulo, Jakarta Selatan, Rabu (28/12/2011). Pernyataannya disampaikan oleh melalui rilis yang dikirimkan oleh media relation Pemprop DKI Jakarta.
"Kita apresiasi Dinas PU DKI Jakarta. Tapi karena teknis pekerjaan ini membutuhkan waktu, harus ada langkah terobosan yang diambil untuk warga yang rumahnya masih tergenang banjir," ujar Syafurdin Ngulma.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengerjaan rangkaian proyek tersebut jelas membutuhkan waktu. Namun diperlukan terobosan cepat agar warga sekitar bisa secepatnya kembali menghuni rumahnya dan tidak lagi kebanjiran di masa-masa mendatang.
Sementara itu, Kepala Sarana dan Prasarana Kota Provinsi DKI Jakarta, Andi Baso mengatakan, normalisasi dilakukan di sepanjang satu kilometer dari aliran sunagi agar aliran air benar-benar lancar. Keberadaan tanggul yang saat ini masih dalam tahap pengurukan adalah untuk mencegah luapan air luber dan menyebakan banjir di Pondok Labu, Ciganjur dan Cilandak.
"Karena debit air yang masuk cukup tinggi yakni hingga 40 meter kubik, kami siapkan waduk run off untuk mengurangi aliran. Bila sudah selesai, diharapkan ini bisa mengurangi banjir hingga 90 persen," ungkap Andi.
(lh/lh)










































