Dalam satu bulan terakhir dari kawasan Cukul (perbatasan Garut-Bandung) hingga Talegong, jumlah tanah longsor yang menimpa badan jalan provinsi mencapai 20 titik. Ini sangat mengganggu terhadap arus transportasi Garut-Bandung via Talegong.
"Alhamdulillah, sejak 25 Desember 2011, jalan tersebut sudah bisa dilalui kendaraan roda empat," k ataKepala Sub Unit Pengelolaan Garut III, Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat, Suparman, kepada wartawan, Rabu (28/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Material tanah merupakan bebatuan lepas, sehingga mudah longsor bila terjadi hujan lebat," ungkap Suparman.
Untuk mengantisipasi bencana tanah longsor di sepanjang jalur selatan Jawa Barat di wilayah Garut, Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat menyediakan 2 unit loader dan 44 orang petugas yang siap siaga setiap saat.
"Kita harus bekerja cepat jika terjadi longsor yang menimpa jalan, jangan sampai arus transportasi lumpuh," ucap Suparman.
Menurut Suparman, seluruh pekerja hingga saat ini masih bekerja membersihkan sisa-sisa material yang menumpuk di sejumlah titik jalan provinsi.
"Kita hanya membersihkan saja, dan sejak 3 hari ini arus transportasi di jalur selatan sudah lancar," pungkasnya.
(anw/anw)











































