"Kendalanya pertama, sterilisasi kurang baik. Kedua, BBG belum memadai. Ketiga, jumlah bus belum memadai," kata Kadishub Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, di acara peluncuran Busway Koridor XI dan Park and Ride Ragunan di halte Busway Jatinegara II, Jl Bekasi Barat Raya, Jakarta, Rabu (28/12/2011).
Menurut Pris, setiap harinya bus TransJ bisa melayani 350 ribu penumpang. Demi meminimalkan kendala yang ada, Dishub DKI telah memperbaiki halte. Pris mengklaim antara dinding dan atap halte ada jarak 1 meter. Selain itu di halte-halte yang baru telah diberi fasilitas untuk memudahkan tunanetra.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait masalah BBG, menurut Pris, Pertamina sudah berkomitmen untuk membantu. Sehingga dia berharap komitmen ini bisa semakin meminimalkan kendala yang dihadapi bus TransJ. Sedangkan untuk sterilisasi jalur, Ditlantas akan terus memberikan bantuannya.
"Standar pelayanan minimum sudah ada yang sifatnya internal, misal ketepatan waktu, AC, dan sebagainya. Kita perbaiki dulu, jumlah bus ditambah," lanjut Pris.
Sehubungan dengan mulai dioperasionalkannya Koridor XI jurusan Pulogebang-Kampung Melayu, menurut Pris tidak ada yang dipaksakan dari pengoperasionalan ini. Semua berjalan dengan normal seperti biasa.
"Bangun busway memerlukan 2 tahapan. Lajur sudah jadi tapi median (ruang hijau di tengah jalan) belum diapa-apakan. Karena kita kerjakan jalannya dulu, tidak langsung dibangun tamannya, makanya tahun kedua ini kita rapikan median dan trotoar," tuturnya.
Halte untuk koridor ini juga sudah memenuhi target. Jumlahnya 15 halte dan kondisinya sudah rapi. Nantinya median di tengah akan diberi pagar.
"Di daerah mixed traffic, akan ditingkatkan pengamanan dengan marka. Kami masih tunggu sedikit pembebasan lahan," terang Pris.
(vit/nrl)











































