DPRD DKI Jakarta menilai banyak bangunan sekolah yang kurang mendapatkan perhatian dari Pemprov. Padahal tiap tahunnya, anggaran pendidikan selalu mendapatkan porsi yang paling besar.
"Terhadap saran gedung sekolah yang kondisinya sangat memprihatinkan agar segera direnovasi," kata anggota DPRD DKI dari Komisi B, Ridho Kamaludin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
DPRD mengkritik kegiatan belajar mengajar tidak bisa berjalan optimal jika gedungnya tidak mendukung. Kondisi gedung yang tak layak juga dinilai membahayakan keselamatan murid.
Atas temuan DPRD tersebut, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga menyadari pemeliharaan dan perawatan gedung-gedung sekolah di DKI belum berjalan maksimal. Ia melihat, sistem perawatan yang bergulir saat ini belum seperti yang dibutuhkan.
"Gedung sekolah itu juga ada masa pakainya, dan tentu saat tertentu dia harus direhab ringan bahkan kalau sampai usia maksimal dia harus direhab total. Nah saya lihat sistem perawatannya itu belum bergulir seperti yang dibutuhkan bangunan tersebut," kata Fauzi Bowo yang ditemui usai rapat paripurna.
Fauzi juga menilai prioritas pemeliharaan gedung sekolah saat ini sering salah alamat. Alhasil sekolah yang harusnya sudah benar-benar membutuhkan perbaikan malah luput dari perhatian pemerintah.
"Akibatnya banyak prioritas yang salah alamat. Sekolah yang harusnya direhab total, malah baru dapat rehab ringan," tambahnya.
Ia menyadari kondisi tersebut jelas mengganggu kegiatan belajar para siswa. Atas temuan tersebut, Pemprov, lanjutnya akan segera membuat pemetaan prioritas perawatan gedung.
"Jelas saja dengan kondisi ini akhirnya tidak memberikan hasil yang optimal untuk proses belajar mengajar. Tapi sasarannya bagus, dan saya lihat memang setiap reses kita tampung usulan itu," tandasnya.
(lia/aan)











































