Berikut 5 variasi serangan bom sepanjang tahun 2011:
1. Bom Buku
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Komisaris Polisi Dodi Rahmawan mencoba menjinakkan bom tersebut. Naas, upayanya tidak berhasil. Bom malah meledak dan mencederai 5 orang, satu tangan perwira polisi itu putus terkena ledakan.
Di tempat lain, dua paket bom dalam buku juga ditemukan. Satu dialamatkan pada Kepala BNN Komjen Pol Gories Mere di kantornya. Satu lagi ditujukkan pada Ketua Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno di kediamannya di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Polisi berhasil menjinakkan dua bom tersebut. Beberapa waktu kemudian giliran musikus Ahmad Dhani yang kebagian dikirimi paket buku berisi bom. Di sampul buku tertulis judul 'Yahudi Militan'.
2. Bom Gereja Serpong Seberat 150 Kg
Selang satu bulan setelah teror bom buku, sebuah peristiwa mengejutkan kembali terjadi. Ditemukan rangkaian bom seberat tidak kurang dari 150 kilogram di sekitar Gereja Katedral Serpong Tangerang tanggal 21 April lalu. Polisi menangkap Pepi Fernando yang diduga menjadi otak serangan bom ini. Dalam persidangan, ternyata Pepi juga merencanakan setidaknya 6 serangan bom dan terlibat teror bom buku.
Kelompok ini berencana mengebom Puspitek, Serpong, Tangerang. Pepi yang beristrikan seorang pegawai BNN ini juga menaruh bom di Banjir Kanal Timur, Cakung.
3. Serangan Bom dengan Target Presiden SBY
Kelompok Pepi 2 kali mengincar rombongan Presiden SBY. Rencana pertama, bom diletakkan di lampu merah di depan Markas Kodam Jaya, Cawang, Jakarta Timur. Selain itu Pepi dan kelompoknya juga pernah merencanakan pengeboman terhadap rombongan SBY yang akan melintas di Cibubur ketika hendak pulang ke kediamannya di Cikeas.
4. Bom Bunuh Diri di Kantor Polisi
Aksi bom bunuh diri juga terjadi di Mapolresta Cirebon, Jawa Barat. Saat salat Jumat, seorang pria bernama M Syarief meledakkan dirinya di tengah-tengah jamaah. Aksinya melukai 25 orang, kebanyakan polisi. Namun tidak ada korban tewas, selain Syarief yang tewas dengan perut hancur.
5. Bom Bunuh Diri di Tempat Ibadah
Pelaku bom bunuh diri makin nekat, tanggal 25 September, Ahmad Yosefa alias Hayat meledakkan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh Kepunton, Solo. 28 Jemaat terluka dalam serangan ini sementara Hayat tewas seketika.
(rdf/nrl)











































