Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana mengatakan, sejak tahun 2009, kuantitas bencana kian meningkat. Tahun 2011, tercatat hingga bulan September, terjadi 511 bencana. Lokasinya merata di 35 kabupaten/kota.
"Saya tidak hafal detil angkanya, tapi dari analisa kami, tren-nya memang meningkat," katanya di sela rapat dengar pendapat dengan Komisi VIII DPR RI di kantor Gubernur Jateng, Jalan Pahlawan Semarang, Rabu (28/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kemungkinan banjir masih akan terjadi, karena diperkirakan curah hujan tinggi hingga Februari mendatang," jelasnya.
Mengenai kesiapan menghadapi bencana, Sarwa menjelaskan stok bahan barang dan alat-alat kebencanaan telah diturunkan di tiap kabupaten/kota. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, daerah setempat siap.
Untuk menangani bencana, Pemprov Jateng mengalokasikan dana Rp 17 miliar untuk tahun 2012. Jumlahnya meningkat Rp 6 miliar dibanding tahun sebelumnya. Dana itu masih ditambah alokasi dari kabupaten/kota setempat dan pemerintah pusat.
"Jateng memang rawan bencana. Rannking dua secara nasional. Makanya harus waspada," demikian Sarwa.
(try/anw)











































