"WoPhO ini pertama kali digelar di dunia. Ini adalah kompetisi terbaru dan Indonesia menjadi penyelenggara pertama kali. Ada 15 negara yang berhasil meloloskan siswanya pada olimpiade ini, di luar Indonesia. Seluruhnya ada 140 siswa yang akan berlomba," kata ketua WoPhO Pusat, Lukman Niode di Mataram, Rabu (28/12/2011).
Olimpiade fisika tingkat dunia ini kata Lukman adalah kompetisi fisika tahunan untuk siswa setingkat SMA se-dunia dan akan digelar hingga 3 Januari 2011.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kompetisi baru ini diprakarsai Prof. Yohanes Surya, fisikawan Indonesia yang kiprahnya mengantarkan Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) menjadi langganan medali emas dalam berbagai kompetisi sains fisika internasional.
Lukman mengatakan, yang digelar di Lombok selama sepekan ini adalah babak final kompetisi. Tahapan kompetisi sebetulnya telah dimulai sejak Januari 2011 dengan perekrutan peserta dari seluruh dunia. Pada bulan Juli – November 2011, babak seleksi dan penilaian peserta.
"Dari ratusan peserta yang mendaftar dari berbagai negara di dunia, hanya 26 orang siswa dari 15 negara yang berhasil masuk babak final yang digelar di Lombok mulai hari ini," kata Lukman.
Sebagai tuan rumah, Indonesia mengirimkan 99 siswa setingkat SMA dari 33 provinsi. Sementara NTB, mendapat jatah partisipan sebanyak 15 siswa.
Sebanyak 15 negara yang siswanya berhasil lolos WoPhO adalah, Turki, China, Kazakstan, Slovakia, Hongkong, Hungaria, Rusia, Bulgaria, Belarusia, Singapore, Jerman, Polandia, Brazil dan Estonia.
Peraih medali emas bakal memperoleh bonus uang tunai senilai US$ 20.000. Peraih The Best Theoretical Result dan The Best Experimental Result masing-masing akan mengantongi US$ 10.000.
"Kami juga sudah menyiapkan beasiswa bagi perah medali asal Indonesia di perguruan tinggi kelas A," kata Lukman.
(anw/anw)










































