"Kita kan ada AD ART, kita tidak bisa sembarangan merekrut atau memberhentikan kader. Sekarang tidak ada dasar untuk mengganti Anas. Ya sama saja kalau ketua DPR mau diganti, siapa yang pantas menggantikan, kan tidak ada dasarnya mengganti ketua DPR," tutur Marzuki.
Hal ini disampaikan Marzuki menanggapi gonjang-ganjing internal PD diterpa kasus Nazaruddin. Hal ini disampaikan Marzuki kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal pendapat itu sah-sah saja. Kalau saya tentu punya sikap yang agak berbeda. Saya terlibat langsung dalam kompetisi. Apapun yang saya omongkan tidak baik. Kami sepakat fair, berkompetisi, kita maju. Kalau dibawah ada yang mengkotak-kotakkan itu urusan lain," papar Marzuki.
Ia pun mengimbau kader PD untuk tetap fokus bekerja untuk rakyat. Dan mempercayakan penuntasan kasus Nazaruddin kepada pihak penegak hukum.
"Kita percayakan hukum akan berjalan sesuai dengan aturannya saja. Kita bekerja saja, tidak usah hiruk-pikuk. Ujungnya kita menang pemilu," tandasnya.
(van/gun)











































