Jaga Wibawa, PPP Diharap Netral dalam Pilpres Putaran II
Kamis, 22 Jul 2004 14:41 WIB
Solo - Pilihan rakyat terhadap partai terbukti tidak sebangun dengan pilihannya terhadap pimpinan partai yang menjadi capres. Buktinya, perolehan suara Hamzah Haz jauh di bawah perolehan PPP. Karena itu demi menjaga wibawa partai, PPP diminta tidak mengarahkan massanya memilih capres tertentu di putaran kedua nanti.Imbauan itu disampaikan oleh tokoh PPP Solo Mudrick SM Sangidoe kepada wartawan, Kamis (22/7/2004). Menurutnya pemikiran itu telah disampaikan kepada Ketua Umum DPP PPP Hamzah Haz yang ditemui secara pribadi di Istana Wapres, Rabu kemarin. Pencapresan Hamzah sudah dapat dipastikan akan terhenti karena tidak lolos ke putaran kedua."Beliau politisi gaek yang paham betul realitas situasi di lapangan, sehingga bisa memahami dan menerima maksud baik saya. Saran itu katanya akan diteruskan sebagai bahasan dalam Rapimnas PPP yang akan digelar 26 Juli nanti. Saya yakin, beliau memahami benar mana yang terbaik bagi partai dan seluruh konstituen," ujar Mudrick.Dikatakan oleh Mudrick bahwa secara realistis pemilih melihat ada perbedaan mendasar dalam memilih partai dengan memilih capres. Karena itu tidak mengherankan jika Hamzah Haz hanya memperoleh dukungan sekitar 30 persen dari perolehan suara PPP dalam pemilu legislatif yang lalu.Mudrick adalah kader senior PPP yang bisa dikatakan mbalelo. Sebagai koordinator PPP Surakarta, dia justru tampil sebagai koordinator 'Lokomotif', sebuah tim sukses informal yang secara terang-terangan berjuang untuk pemenangan Yudhoyono. "Sejak awal mula, saya termasuk orang yang melihat secara realistis seperti itu," kata dia.Setelah Hamzah tersungkur di putaran pertama, lanjut Mudrick, para elit PPP mengindikasi akan mengarah bergabung mendukung Megawati. Mudrick yakin sekalipun pilihan itu menjadi keputusan resmi partai, massa PPP di bawah tidak sepenuhnya akan mengikuti. Karena itulah dia menyarankan agar PPP memberi kekebasan massanya untuk memilih sesuai aspirasi pribadi."Pilihan netral itu untuk menjaga wibawa partai dan pimpinannya. Yang jauh lebih penting adalah agar tidak terjadi perpecahan internal di kalangan seluruh kader dan simpatisan. Nantinya PPP akan membayar mahal jika mengambil pilihan mendukung salah satu capres yang ada," ujar tokoh Mega Bintang yang memiliki kedekatan dengan sejumlah tokoh militer tersebut."Memilih mendukung Ibu Mega misalnya, saya yakin tidak semua warga PPP mau mendukungnya. Saya sendiri tidak akan mendukung itu. Kalau memilih mendukung Pak Yudhoyono akan berakibat renggangnya hubungan Pak Hamzah dengan Ibu Mega, padahal keduanya saat ini masih harus bekerjasama untuk melanjutkan tugas-tugas di pemerintahan," lanjutnya.
(nrl/)











































