"Lebih baik lari daripada maju dan akhirnya menembak kerumunan massa," ujar anggota Kompolnas, Novel Ali saat dihubungi detikcom, Rabu (28/12/2011).
Menurutnya, sebenarnya posisi pihak kepolisian menjadi serba salah. Karena apabila ada aksi demonstrasi massa polisi tidak hadir di tempat akan disalahkan, demikian juga apabila polisi berada di lokasi dan akhirnya terjadi bentrok juga akan disalahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Novel menambahkan, tidak seharusnya pihak kepolisian melakukan tindakan berlebihan dalam pengamanan. Menurutnya, dalam kasus bentrok di Bima, harus diselidiki apakah para anggota kepolisian telah melakukan penanganan bentrok sesuai protap atau tidak.
"Saya itu muak melihat apa yang ditampilkan di TV melihat warga yang sudah tidak berdaya masih dipukuli dan ditendang," imbuhnya.
Sebelumnya, dua orang tewas dalam bentrok warga dengan aparat kepolisian di Bima, NTB, dan 11 orang lainnya harus dirawat di rumah sakit. Sempat terlihat beberapa kali anggota kepolisian menyeret dan memukuli warga yang memblokir Pelabuhan Sape.
Bentrok antara Brimob dan warga terjadi Sabtu (24/12/2011) pagi saat polisi membubarkan paksa ribuan warga yang memblokade Pelabuhan Sape. Bentrok terjadi karena tuntutan agar dua perusahaan tambang di Sape dan Lambu ditutup tak digubris Bupati Bima. Blokade pelabuhan sudah berlangsung sepekan.
(fjr/fjr)











































