Hal ini yang menyebabkan Prijanto mengundurkan diri sebagai wagub. Pertemuan tertutup itu berlangsung di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (27/12/2011).
Ada 5 Ketua DPD/DPW partai yang menerima kunjungan Prijanto siang tadi. Yaitu, Ketua DPD Golkar Prya Ramadhani, Ketua DPD Gerindra M Taufik, Ketua DPD Hanura Ongen Sangaji, Ketua Pemenangan PAN DKI Jakarta Abdul Malik, dan Ketua DPW PKS Selamat Nurdin. Pada dasarnya, dalam pertemuan ini petinggi-petinggi partai itu ingin mendengarkan secara langsung penyebab Prijanto mengundurkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah mendengarkan curhat Prijanto, Taufik memahami apa yang menjadi dasar pengunduran diri purna TNI itu.
"Ada disharmoni antar gubernur dan wagub. Dan kita rasa mengambil sikap seperti itu wajar," katanya.
Disharmoni yang dimaksud adalah peran dari fungsi seorang wagub tidak berjalan dengan baik. Pengunduran diri Prijanto dilihatnya bukan sekadar persoalan sakit hati.
"Lebih dari itu, fungsi sebagai wagub tidak diperankan. Padahal kedua-duanya itu harus bertanggungjawab menjalankan pemerintahan ini, tapi gimana mau bertanggungjawab, kalau nggak diberi tanggung jawab," tambahnya.
Hanura juga menyayangkan kemunduran Prijanto sebagai wagub. Apalagi Hanura adalah salah satu kendaraan politik yang digunakan pasangan ini pada masa itu.
"Saya rasa dengan kemunduran Pak Pri ini sangat menyedihkan. Apalagi ini jelang Pilkada. Tapi kita tahu dia sebagai tentara harus ambil sikap tegas," kata Ketua DPD Hanura Ongen Sangaji di tempat yang sama.
Senada dengan Gerindra dan Hanura, Golkar sebagai salah satu penyumbang suara untuk pasangan ini sangat menyayangkan. Tapi, di sisi lain, Golkar juga melihat disharmoni yang terjadi antara keduanya semakin tak terhindarkan.
"Golkar sebagai pendukung utama. Pertama, bagi kita mereka dwi tunggal di satu daerah, tapi melihat perkembangan kepemimpinan saat ini memang terjadi disharmonisasi, dan kita hargai, dan kita merespon positif karena ini barang langka," jelas Sekjen DPD Golkar, Zainuddin.
Empati terhadap yang dirasakan Prijanto juga disampaikan dari PAN. Meski menyayangkan, namun PAN menghargai keputusan itu.
"PAN mendukung mereka, tapi kita tidak bisa melarang Pak Pri untuk mundur. Nanti beliau akan jelaskan secara detail. Yang kita pikirkan sekarang what next," jelas Abdul Malik yang mewakili PAN.
Sementara itu, Ketua DPW Selamat Nurdin mengatakan, mundurnya Prijanto tentu hal yang sangat mengejutkan. Meskipun PKS tidak mendukung pasangan ini pada Pilgub lalu, namun Selamat yakin sikap Prijanto itu sebuah sinyal bagus untuk meramaikan bursa Pemilukada DKI 2012 mendatang.
"Karena mundurnya menjelang Pemilukada, ini sinyal yang bagus untuk meramaikan Pemilukada. Ini merupakan pelajaran bagi partai-partai politik untuk melakukan koalisi secara permanen. Sehingga calon terpilih yang diusung oleh suatu partai politik ini tidak mendadak mundur saat masih harus menyelesaikan jabatannya," tandas Selamat.
(nal/nal)











































