Aksi lanjutan tersebut yang diikuti puluhan mahasiswa dari IMM dan HMI tepat di bawah gapura UMS, Selasa (27/12/2011) sore. Mereka menuntut polisi membebas rekan-rekannya dari IMM yang ditahan polisi pada aksi sebelumnya. Mereka mengancam akan melakukan demo sampai rekan-rekannya dibebaskan.
Mereka menutup jalan dari arah kampus menuju Jalan A Yani, sembari terus melakukan orasi bergantian dan membakar ban. Hingga berita ini diturunkan, mahasiswa masih menggelar aksi.
"Kami akan terus menggelar aksi hingga teman-teman kami segera dibebaskan. Salah satunya Ketua IMM Solo. Selain itu, ada rekan yang sakit karena dipukuli selama perjalanan dari Pabelan ke Polres Sukoharjo," ujar Ketua Bidang Hikmah IMM Jateng, Muhammad Aulia, di sela-sela jalannya aksi.
Dalam aksi demo lanjutan itu, peserta aksi sempat sempat menghadang sebuah mobil plat merah. Mobil itu digedor-gedor dan bahkan salah satu mahasiswa langsung naik di atas kap mobil dan menginjak-injaknya. Aksi itu dihentikan sesama mahasiswa yang memahamkan bahwa aksi tersebut tidak ada kaitan dengan aset pemerintah, tetapi mengecam arogansi polisi.
Sementara itu, Kuasa Hukum IMM, Badruzaman menyebutkan ada 16 mahasiswa yang ditangkap. Saat ini mereka ditahan di Polres Sukoharjo. Dia menyatakan saat ini berada di Mapolres Sukoharjo mencoba membebaskan para anggota IMM yang ditahan karena ada yang harus dirawat di rumah sakit mengingat luka yang diderita akibat pukulan aparat.
(mbr/anw)











































