Hal ini terlihat di studio tato, Legian 64 Studio Tatoo, Jl Legian. Seorang pemuda Australia, bernama Sam (18), merajah tato di tubuhnya. Ia membuat gambar tato barong di bagian dada. Pemuda ini datang bersama tiga orang rekannya.
Sam membuat tato di tempat ini untuk kedua kalinya. Sebulan lalu, sebelum isu penularan HIV melalui tato, ia pernah membuat tato bergambar ikan di lengan kanannya.
Sebelumnya, pemerintah Australia mengumumkan seorang warganya, yang tidak disebutkan namanya, terinfeksi HIV setelah membuat tato saat berlibur di Pulau Dewata itu. Meskipun itu itu merebak, wisatawan Australia yang tengah berlibur di Pulau Dewata tetap menikmati membuat tato di studi tato di sekitar kawasan wisata Kuta.
"Saya sudah dua kali ke sini. Saya tahu berita itu. Saya tidak khawatir karena tahu tempat ini bersih dan steril," kata Sam, seperti dituturkan Kadek, Selasa (27/12/2011).
Ia pun menduga, warga Australia yang mengaku tertular HIV, membuat tato di tempat tidak steril. "Mungkin saja ia membuat tato di tempat yang murah," ujarnya.
(gds/anw)











































