Badan Pengelola Jembatan Selat Sunda Diresmikan 6 Bulan Lagi

Badan Pengelola Jembatan Selat Sunda Diresmikan 6 Bulan Lagi

- detikNews
Selasa, 27 Des 2011 16:11 WIB
Jakarta - Sembari mematangkan detail teknis pelaksaan pembangunan Jembatan Selat Sunda, pemerintah menyiapkan sebuah lembaga baru yang secara khusus mengelola operasional jembatan monumental tersebut. Pembentukan lembaga khusus tersebut dijadwalkan selesai pada pertengahan tahun depan.

"Sekarang sedang dibahas (badan pengelola), kan harus mencari orang-orangnya. Rancangan Perpres untuk pembentukannya sedang kita pikirkan, kalau draft sudah disetuji kita ajukan ke Bapak Presiden," ujar Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (27/12/2011).

Djoko yakin tidak sampai satu tahun pembentukan badan khusus tersebut telah rampung. Bahkan Djoko yakin dalam waktu kurang dari 6 bulan sudah ada badan pengelola yang akan mengurusi pembangunan Jembatan Selat Sunda itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum badan itu ada, maka ketua harian tim pengarah akan menunjuk inisiator itu melakukan detil desain. Ini yang penting badan dulu yang terbentuk, maka badan dengan pemerkarsa membuat kontrak perjanjian supaya pemrakarsa membuat perencanaan dan membuat desain," terangnya.

Menyinggung desain jembatan untuk Selat Sunda, dia memastikan berupa jembatan gantung. Jembatan gantung dinilai paling tepat untuk jarak jauh yang membutuhkan bentangan panjang. "Kalau jembatan panjang kayak itu, paling mungkin jembatan gantung. Sebab pakai tiang tidak mungkin karena dalam sekali," jelasnya.

Djoko sebelumnya mengatakan, proyek jembatan yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera ini akan mulai dibangun di 2014. Pemerintah optimistis dapat memulai peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Selat Sunda (JSS) di akhir 2013.Jembatan yang akan menjadi salah satu terpanjang di dunia itu diperkirakan menelan investasi hingga lebih dari Rp 100 triliun.

Pemerintah saat ini masih terus melakukan kajian untuk pembangunan jembatan tersebut. Presiden SBY ingin proyek Jembatan Selat Sunda (JSS) diotaki oleh orang Indonesia. Namun pengerjaan proyeknya boleh bekerjasama dengan pihak asing.

(her/lh)


Berita Terkait