Tiga korban tewas itu adalah seorang perempuan, Ramsiah (45), anak dan cucu Ramsiah masing-masing Nurmayanti (17) serta Fitriyani yang masih berusia 4 bulan. Sedangkan 4 korban luka bakar dirawat di RSUD Abdul Wahab Syachranie, Samarinda.
Keterangan diperoleh detikcom di lokasi, peristiwa mengenaskan itu terjadi sekitar pukul 03.00 WITA dinihari tadi. Ramsiah, Nurmayanti dan Fitriyani, sedang tinggal menginap di rumah keluarga mereka bernama Nurdin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat api berkobar, Safrudin hanya mendengar suara teriakan meminta tolong berasal dari rumah Nurdin, yang berada di seberang jalan rumahnya.
"Api langsung membesar. Saya tidak bisa mendengar apa-apa lagi karena saya langsung menyelamatkan anak istri saya dan berkas-berkas yang bisa saya bawa," ujar Safrudin.
"Saya langsung lari ke hutan belakang rumah saya. Saya tidak bisa melihat apa-apa lagi karena saat itu listrik padam," tambahnya.
Jauhnya lokasi kejadian dari pusat kota, mengakibatkan kobaran api baru berhasil dipadamkan 2 jam kemudian. Belakangan diketahui, 4 orang mengalami luka bakar dan dilarikan ke RSUD AW Syachranie. Yang mengenaskan Ramsiyah, Nurmayanti dan Fitriyani yang juga berada di dalam rumah Nurdin, ikut hangus terbakar.
"Sekitar jam 6 pagi tadi, jenazah Ramsiyah dan anaknya Nurmayanti, ditemukan setelah dicari di rawa-rawa bawah kolong rumahnya. Yang bayi (Fitriyani), belum ditemukan," sebut Safrudin.
"Ibu Ramsiyah itu terkena stroke. Mungkin anaknya (Nurmayanti) berusaha membantu ibunya tapi tidak bisa," terang Safrudin.
Pengamatan detikcom di lokasi, selain menghanguskan 3 rumah dan menewaskan 3 orang, 3 unit motor dan 1 mobil pick up bernomor polisi KT 8745 BT juga ikut hangus terbakar. Jenazah Ramsiyah dan Nurmayanti, dimakamkan sekitar pukul 13.30 WITA.
Ditemui tepisah, Ketua RT 17 Yusran, membenarkan musibah tersebut telah menewaskan warganya. Demikian halnya dengan Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Arif Budiman Sik. Menurut Arif, petugas masih melakukan penyelidikan.
"Benar, 2 orang meninggal dunia. Yang bayi, masih dicari. Kita masih minta keterangan saksi-saksi setelah lokasi kita beri batas polisi (police line) untuk memudahkan penyelidikan," kata Arif Budiman.
(anw/anw)











































