Ical Minta Pelaku Kekerasan di Bima Dihukum Berat

Ical Minta Pelaku Kekerasan di Bima Dihukum Berat

- detikNews
Selasa, 27 Des 2011 15:27 WIB
Jakarta - Dua orang warga tewas saat aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sappe, Bima, Nusa Tenggara Barat. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie meminta pelaku kekerasan ini diselidiki. Jika memang ada oknum petugas yang melakukan kekerasan maka harus ditindak.

"Harus diberikan ketegasan bagi penegak hukum. Satu hukuman berat bagi penegak hukum yang berjalan di luar kewenangannya apalagi yang diwarnai satu kekerasan," ujar Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menanggapi kekerasan di Bima.

Hal ini disampaikan ini dalam bincang santai akhir tahun 2011 di DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Nelly Murni, Jakarta Barat, Selasa (27/12/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ical, dalam demokrasi setiap warga negara berhak untuk menyampaikan aspirasinya dengan menggelar aksi. Tetapi Ical mengingatkan, kebebasan dalam demokrasi bukan berarti aksi-aksi itu bebas mengganggu hak dan kepentingan orang lain.

"Kebebasan dalam demokrasi itu mutlak, tetapi punya tanggung jawab. Kita tidak mungkin larang orang berdemokrasi dengan demo," katanya.

Agar kekerasan terhadap warga tidak terulang Ical berharap, dilakukan pembenahan kualitas terhadap aparat penegak hukum. Polisi berada di barisan paling depan jika terjadi kekacauan, tetapi keselamatan warga negara juga harus dijaga.

"Saya punya satu dambaan aparat terdepan untuk mengatur keamanan. Ada kekacauan dalam negara ini jika polisi tingkah lakunya tidak dihormati. Polisi harus dihormati," katanya.

(nal/nal)


Berita Terkait