"Hm, gimana ya. Pokoknya lega," kata Joy usai sidang permohonan ganti kelami di Pengadilan Negeri Semarang, Selasa (27/12/2011).
Di ruang sidang, usai pembacaan putusan, Joy tampak bingung mengekspresikan diri. Hakim Ifa Sudewi sempat 'menasihati' agar Joy segera mengurus administrasi, terutama KPT, KK, dan ijazah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mau syukuran apa Joy? "Di rumah, nggak syukuran. Bos saya yang mau syukuran, bikin ingkung (ayam bakar)," kata Joy sambil terus tersenyum.
Joy bekerja di industri konveksi di Kawasan Pedurungan, Semarang. Ia kebagian tugas mengobras. Teman-teman dan pemilik industri rumah tangga tersebut, tahu ia tengah 'berproses' menjadi lelaki. Makanya, ia dibebaskan tugas saat mengikuti sidang.
Meski direstui, tak satu pun anggota keluarga Joy yang hadir dalam sidang. Teman-temannya juga tidak. Joy yang mengenakan jaket warna hitam itu hanya didampingi kuasa hukumnya, Retno Kusmardhani.
Joy lahir sebagai perempuan bernama Siti Maemunah. Saat itu, menurut pengakuan orang tuanya, kelamin Joy mirip alat vital perempuan. Tapi menjelang remaja, usai SMP, remaja berambut lurus itu merasa sebagai lelaki, baik psikologis maupun fisiknya.
Berdasarkan pemeriksaan medis, Joy memang lelaki. Selain kromosom, hormon, dan mental, suara Joy juga sangat laki-laki. Bekal itulah yang dijadikan acuan mengajukan diri ke pengadilan untuk ganti kelamin.
(try/anw)











































