Prijanto: Semboyan 'Serahkan pada Ahlinya' Beraroma Kesombongan

Prijanto: Semboyan 'Serahkan pada Ahlinya' Beraroma Kesombongan

- detikNews
Selasa, 27 Des 2011 14:36 WIB
Prijanto: Semboyan Serahkan pada Ahlinya Beraroma Kesombongan
Jakarta - Siapa tidak kenal dengan semboyan kampanye Fauzi Bowo pada 2007 lalu, 'Serahkan pada Ahlinya'? Tagline yang menjadi ikon gubernur yang akrab disapa Foke itu begitu mengena. Tapi ternyata usut punya usut, Wagub DKI Prijanto yang merupakan pasangan Foke sempat komplain dengan semboyan itu.

"Apa pun alasannya, semboyan tersebut memiliki aroma kesombongan. Menurut saya, kata-kata tersebut hanya patut diucapkan oleh orang lain atau pihak ketiga. Apa pun alasannya, bila diucapkan oleh orang yang sedang mengkampanyekan dirinya, hal itu kesombongan," jelas Prijanto dalam bukunya 'Andaikan.. Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah'

Ucapan Prijanto itu seperti dikutip detikcom, Selasa (27/12/2011) di halaman 94 buku tersebut. Prijanto pun sempat menyampaikan kritiknya itu saat mengikuti rapat di Fauzi Bowo Center, seminggu setelah dia menjadi wakil Foke.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prijanto bercerita, setelah dia menyampaikan kritiknya itu, akhirnya rapat setuju dan semboyan 'serahkan pada ahlinya' tidak digunakan dalam kampanye. Semboyan yang resmi yang digunakan adalah 'Jakarta untuk semua'. Namun tetap saja, semboyan 'Serahkan pada ahlinya' sudah membumi.

"Akibatnya saat ini, jika kondisi macet dan banjir terjadi di Jakarta, maka dengan nada sinis sering orang bertanya 'mana ahlinya?" terangnya.

Semboyan 'serahkan pada ahlinya' itu memang merujuk pada Foke. Selama ini pria yang juga dikenal dengan kumisnya itu sudah lama berkecimpung di pemerintahan Jakarta. Pernah jadi kepala dinas, Sekda, dan Wagub era Sutiyoso.

Selain itu juga, dalam buku setebal 308 halaman yang diluncurkan beberapa hari mundur pada 23 Desember 2011, Prijanto menulis soal sosok gubernur yang seharusnya tidak tampil one man show.

"Seorang gubernur tidak boleh syur sendirian, tetapi ada baiknya mengikutsertakan para pejabat di daerah untuk tampil dikenal masyarakat," tulis Prijanto di halaman 52.

Dalam buku ini juga ada kata sambutan dari Jusuf Kalla dan AM Hendropriyono. Juga ada komentar-komentar dari sejumlah tokoh seperti Wiranto, Anies Baswedan, J Kristiadi, Din Syamsuddin, dan Laode Ida.


(ndr/vit)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini