"Apa pun alasannya, semboyan tersebut memiliki aroma kesombongan. Menurut saya, kata-kata tersebut hanya patut diucapkan oleh orang lain atau pihak ketiga. Apa pun alasannya, bila diucapkan oleh orang yang sedang mengkampanyekan dirinya, hal itu kesombongan," jelas Prijanto dalam bukunya 'Andaikan.. Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah'
Ucapan Prijanto itu seperti dikutip detikcom, Selasa (27/12/2011) di halaman 94 buku tersebut. Prijanto pun sempat menyampaikan kritiknya itu saat mengikuti rapat di Fauzi Bowo Center, seminggu setelah dia menjadi wakil Foke.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibatnya saat ini, jika kondisi macet dan banjir terjadi di Jakarta, maka dengan nada sinis sering orang bertanya 'mana ahlinya?" terangnya.
Semboyan 'serahkan pada ahlinya' itu memang merujuk pada Foke. Selama ini pria yang juga dikenal dengan kumisnya itu sudah lama berkecimpung di pemerintahan Jakarta. Pernah jadi kepala dinas, Sekda, dan Wagub era Sutiyoso.
Selain itu juga, dalam buku setebal 308 halaman yang diluncurkan beberapa hari mundur pada 23 Desember 2011, Prijanto menulis soal sosok gubernur yang seharusnya tidak tampil one man show.
"Seorang gubernur tidak boleh syur sendirian, tetapi ada baiknya mengikutsertakan para pejabat di daerah untuk tampil dikenal masyarakat," tulis Prijanto di halaman 52.
Dalam buku ini juga ada kata sambutan dari Jusuf Kalla dan AM Hendropriyono. Juga ada komentar-komentar dari sejumlah tokoh seperti Wiranto, Anies Baswedan, J Kristiadi, Din Syamsuddin, dan Laode Ida.
(ndr/vit)










































