"Partai Golkar memiliki pandangan dan ingin agar terjadi penggabungan sistem proporsional terbuka dan tertutup pada pemilu 2014 nanti," ujar Ical.
Ical mengatakan itu dalam bincang santai akhir tahun 2011 dengan tema 'Refleksi Perjuangan Partai Golkar dalam Menata Masa Depan Indonesia' di DPP Golkar Jl Anggrek Nelly, Jakarta Barat, Selasa (27/12/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penggabungan dua sistem tersebut (proporsional terbuka dan tertutup), parpol tetap berkontribusi dan memberi tempat kepada kader melalui suara terbanyak untuk bekerja keras," kata mantan menko kesra ini.
Sedangkan untuk parliamentary threshold, lanjut Ical, Golkar memiliki prinsip untuk memperjuangakan penguatan sistem presidensial. "Oleh karenanya angka 5 persen tepat," ucap pria yang belum mau disebut mencalonkan diri dalam Pilpres 2014 mendatang.
(nik/nrl)











































