"Bukan hanya dapat satu kertas ijazah, yang penting dalam pendidikan adalah prosesnya. Membentuk manusia yang bisa jadi pemimpin mengambil alih estafet bangsa," ujar Boediono di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Selasa (27/12/2011).
Boediono menilai Ujian Nasional (UN) atau ijazah memang penting sebagai salah alat ukur, tetapi hal tersebut bukan yang utama. Dia pun meminta para siswa memperluas wawasan dan meneladani sikap para pemimpin dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Boediono pun optimistis generasi muda sekarang bisa melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa ini. Dia melihat generasi muda sekarang lebih baik dan lebih siap dari generasinya.
"Pemimpin artinya mempunyai pengikut. Tidak harus jadi presiden. Memimpin menjadi terdepan dalam suatu kelompok untuk satu tujuan tertentu," lanjut Pak Boed.
(rdf/gun)











































