"Tidak boleh ada celah yang bisa memecah belah posisi gubernur dengan wakil, baik secara lahirian maupun batiniah. Penampilan secara fisik, kerja, ataupun dalam kehidupan sosial, sebaiknya seperti Pakde Karwo dengan Gus Ipul, gubernur dan wakil gubernur Jatim yang tampak seiring sejalan," tulis Prijanto dalam bukunya di halaman 46, seperti dikutip detikcom, Selasa (27/12/2011).
Buku setebal 308 halaman itu diluncurkan pada 12 Desember lalu di Hotel Borobudur. Jusuf Kalla dan Hendropriyono menuliskan kata sambutan dalam buku itu. Sejumlah tokoh juga ikut berkomentar soal tulisan Prijanto ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam satu tulisan khusus, dia mengulas soal bagaimana seharusnya gubernur memberdayakan wakil gubernur. Menurut Prijanto, wakil gubernur layaknya 'ibu rumah tangga'. Sebagai ibu, dia adalah koordinator yang mengetahui semua persoalan di dalam.
"Agar itu semua berlangsung dengan baik tentu gubernur sebagai kepala daerah akan berbagi tugas dan memberikan waktu, kewenangan, dan kepercayaan. Di sisi lain, gubernur juga harus membangun kepercayaan kepada para staf wakil gubernur," jelasnya.
Tepat pada 23 Desember lalu, Prijanto mengirimkan surat pengunduran diri kepada Mendagri Gamawan Fauzi. Banyak pihak menengarai, hubungan Prijanto dan Fauzi Bowo tidak harmonis. Nah, buku ini mungkin bisa menjadi gambaran bagaimana sesungguhnya hubungan di antara keduanya.
(ndr/nrl)










































