Prijanto 'Iri' dengan Kemesraan Pakde Karwo & Gus Ipul di Jatim

Prijanto 'Iri' dengan Kemesraan Pakde Karwo & Gus Ipul di Jatim

- detikNews
Selasa, 27 Des 2011 13:28 WIB
Prijanto Iri dengan Kemesraan Pakde Karwo & Gus Ipul di Jatim
Jakarta - Prijanto 'curhat' soal bagaimana seharusnya seorang wakil gubernur diberdayakan. Lewat buku 'Andaikan... Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah' Prijanto menyampaikan uneg-unegnya. Dia 'iri' pada keharmonisan hubungan Gubernur Jatim Soekarwo atau Pakde Karwo dan Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"Tidak boleh ada celah yang bisa memecah belah posisi gubernur dengan wakil, baik secara lahirian maupun batiniah. Penampilan secara fisik, kerja, ataupun dalam kehidupan sosial, sebaiknya seperti Pakde Karwo dengan Gus Ipul, gubernur dan wakil gubernur Jatim yang tampak seiring sejalan," tulis Prijanto dalam bukunya di halaman 46, seperti dikutip detikcom, Selasa (27/12/2011).

Buku setebal 308 halaman itu diluncurkan pada 12 Desember lalu di Hotel Borobudur. Jusuf Kalla dan Hendropriyono menuliskan kata sambutan dalam buku itu. Sejumlah tokoh juga ikut berkomentar soal tulisan Prijanto ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sangatlah keliru jika dalam memimpin, gubernur justru membangun oligarki kekuasaan yang membuat kehidupan di dalam organisasi tumbuh rasa saling tidak percaya, tumbuh kehidupan yang dikotomis sehingga timbul rasa takut di kalangan anggota jika dicap kelompok gubernur atau wakil gubernur," tulis Prijanto yang juga pensiunan jenderal bintang dua TNI ini.

Dalam satu tulisan khusus, dia mengulas soal bagaimana seharusnya gubernur memberdayakan wakil gubernur. Menurut Prijanto, wakil gubernur layaknya 'ibu rumah tangga'. Sebagai ibu, dia adalah koordinator yang mengetahui semua persoalan di dalam.

"Agar itu semua berlangsung dengan baik tentu gubernur sebagai kepala daerah akan berbagi tugas dan memberikan waktu, kewenangan, dan kepercayaan. Di sisi lain, gubernur juga harus membangun kepercayaan kepada para staf wakil gubernur," jelasnya.

Tepat pada 23 Desember lalu, Prijanto mengirimkan surat pengunduran diri kepada Mendagri Gamawan Fauzi. Banyak pihak menengarai, hubungan Prijanto dan Fauzi Bowo tidak harmonis. Nah, buku ini mungkin bisa menjadi gambaran bagaimana sesungguhnya hubungan di antara keduanya.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini