"Di lantai di mana Prijanto bekerja, Anda tidak bakal menemukan apa yang biasa kita lihat di ruang pejabat lain. Tidak ada CCTV di ruangan Prijanto maupun di lantai yang ditempati para staf Prijanto," kata Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, Mustofa B Nahrawardaya, kepada detikcom, Selasa (27/12/2011).
Mustofa adalah salah satu dari 150 orang yang diminta menuliskan resensi dan komentar buku karya Prijanto, 'Andaikan Aku atau Anda Gubernur Kepala Daerah'. Buku itu diluncurkan 12 Desember lalu. Dia menyambangi kantor Prijanto saat menyerahkan naskah resensi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu banner lagi berwarna merah bertuliskan, "Apakah Anda percaya bahwa kita akan mati dan dihidupkan kembali untuk dimintai pertanggungjawaban kita di dunia?"
Prijanto sebelumnya menampik anggapan bahwa ia mengajukan pengunduran diri karena ingin mencalonkan diri sebagai calon Gubernur dalam pilkada DKI 2012. Namun bukan berarti ia menutup kemungkinan sama sekali untuk maju.
Sedangkan menurut Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Triwisaksana, kasus pengunduran diri Prijanto ini merupakan kali pertama terjadi di Pemprov DKI. Triwisaksana sangat menyayangkan mundurnya Prijanto, apalagi dengan alasan ketidakcocokan dengan Gubernur Fauzi Bowo.
(vit/nrl)











































